Rusia Klaim Ukraina Ajukan Tuntutan Baru yang Tidak Bisa Diterima

Rusia klaim Ukraina telah membuat tuntutan baru terkait kesepakatan damai namun berisi elemen yang tidak bisa diterima!

Rusia Klaim Ukraina Ajukan Tuntutan Baru yang Tidak Bisa Diterima
Menlu Rusia Sergei Lavrov. Gambar: Reuters/Dok. Costas Baltas

BaperaNews - Rusia klaim Ukraina telah membuat tuntutan baru tentang kesepakatan damai namun berisi elemen yang tidak bisa diterima. Menlu Rusia, Sergei Lavrov mengungkap Ukraina memberi draft tersebut pada hari Rabu 6 April 2022, namun memberi tuntutan yang menyimpang dari kesepakatan kedua belah pihak.

“Ketidakmampuan untuk bersepakat sekali lagi menyorot niat sebenarnya dari Kyiv yang posisinya cenderung merusak pembicaraan dengan menjauh dari kesepahaman yang sebelumnya dicapai” ujarnya.

Namun Lavror tidak merinci apa tuntutan yang dimaksud. Rusia, lanjutnya, ingin tetap melakukan pembicaraan dan mengamankan tuntutannya, lepas dari semua hal yang dinilai Moskow menjadi provokasi.

“Delegasi Rusia akan melanjutkan negosiasi, mendesak rancangan perjanjian kami yang jelas dan lengkap mengurai posisi dan persyaratan awal dan juga kunci kami, Proposal Kyiv tidak bisa diterima” tegasnya.

Sedangkan PBB menangguhkan keanggotaan Rusia di Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada hari Kamis 7 April 2022 akibat adanya laporan pelanggaran HAM berat yang dilakukan militer Rusia kepada Ukraina yakni terkait insiden pembantaian warga sipil di Bucha, Ukraina.

Baca Juga: Sekutu Vladimir Putin Di Eropa Minta Rusia Setop Gempur Ukraina

Rusia dituduh melakukan pelanggaran tersebut namun sudah dibantah oleh Rusia. “mereka mungkin masih akan mempengaruhi dewan lewat proxy” ujar salah satu pejabat Dewan PBB. Rusia sebenarnya salah satu anggota Dewan HAM yang paling vocal, namun kini ia dilarang bicara ataupun memberi suara di forum meski diplomatnya masih bisa hadir di pertemuan.

Rusia sendiri menyatakan tidak menerima keputusan PBB dan berjanji akan membela kepentingannya. “Kami minta maaf tentang hal itu, dan kami akan terus membela kepentingan kami, kami pakai segala cara hukum yang memungkinkan” ujar Jubir Kremlin, Dmitry Peskov hari Jumat pagi 8 April 2022.

Terkait alasan pembantaian di Bucha, Peskov menyebut justru pasukan Rusia yang jadi korban di Ukraina. “Kami justru yang kehilangan banyak pasukan dan ini ialah tragedi besar untuk kami” tambahnya.

Peskov menyebut tuduhan pembantaian di Bucha ialah drama yang dipentaskan dengan baik sambil membuat klaim mayat ditemukan di jalan setelah pasukan Rusia mundur. “Kita hidup di hari-hari yang palsu dan kebohongan kita temui sepanjang hari” tutupnya.

Dengan adanya tuntutan baru Ukraina yang tidak bisa diterima Rusia dan masalah tuduhan di Bucha, jelas menjadi tanda perang akan masih terus berlanjut, entah sampai kapan hingga kesepakatan kedua belah Negara bisa tercapai.

Baca Juga: Top 3 Global! Indonesia Tetap Beli Minyak Rusia Hingga Kinder Joy Ditarik Dari Pasaran