Pemerintah Targetkan Ekspor Bumbu Rempah Rp 28,5 Triliun Di Tahun 2024

Pemerintah optimis dapat ekspor bumbu rempah hingga Rp 28 Triliun di tahun 2024.

Pemerintah Targetkan Ekspor Bumbu Rempah Rp 28,5 Triliun Di Tahun 2024
Ilustrasi bumbu rempah Gambar : Paula Barreca Barnes / Unsplash.com

BaperaNews - Pada tahun 2024 mendatang, Pemerintah telah menargetkan untuk ekspor bumbu rempah senilai US$2 miliar atau setara Rp28,5 triliun (kurs Rp14.250). Pemerintah juga menargetkan akan membuka sebanyak 4.000 restoran kuliner Indonesia di berbagai penjuru dunia. 

Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Maritim dan Investasi menyampaikan bahwa 2 target tersebut adalah bagian dari program pemerintah yang ingin mengangkat kuliner nusantara di dunia internasional.

Dalam Rakornas Kemenparekraf pada Senin (27/09/2021), Luhut menyampaikan bahwa Melalui Indonesia Spice Up The World, pemerintah optimis dapat menargetkan bumbu rempah mencapai US$2 miliar dan 4.000 restoran Indonesia hadir di mancanegara di 2024.

Selain kuliner, Luhut berkata bahwa pemerintah Indonesia juga tengah mempersiapkan konsep wisata medis. Selain itu, ia pun menyampaikan bahwa saat ini pemerintah sedang tertarik di industri game dalam negeri.

Luhut menyampaikan bahwa apabila dapat dikelola secara maksimal, potensi industri game sangatlah besar yaitu mencapai US$2 miliar.

Luhut pun berpesan kepada seluruh kepala daerah untuk mendukung masyarakatnya untuk dapat menghadirkan layanan wisata sekaligus menghadirkan produk-produk premium di daerah masing-masing, kemudian kuasai dan juga memanfaatkan teknologi yang ada untuk dapat menguasai pasar.

Sebelumnya, potensi game online pernah disinggung oleh Jerry Sambuaga yang merupakan Wakil Menteri Perdagangan. Jerry menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki potensi pasar game online yang sangat besar.

Karena itu, pemerintah diminta untuk serius mengembangkan industri gaming dengan mendorong pada programmer lokal untuk memproduksi game online yang menarik.

Dalam BRI Group Economic Forum 2021 yang dilaksanakan pada hari Kamis (28/01/2021), Jerry menyampaikan bahwa pihaknya datang ke kreator game online itu 100 persen karya anak bangsa, orang kita sendiri yang buat dan mereka sudah banyak memiliki followers, mengadakan kompetisi yang artinya mempunyai komunitas.

Kemudian ia menyampaikan bahwa apabila game online yang dimainkan lebih banyak besar dari luar negeri, maka dapat memberatkan neraca pembayaran Indonesia akibat banyaknya uang yang lari ke luar negeri.

Jerry menyampaikan bahwa orang yang bermain game akan cenderung untuk mengunduh game yang gratis. Akan tetapi apabila orang tersebut sering memainkan game tersebut, maka ia pun rela membeli fitur yang berada di dalam game tersebut.

Jerry menyampaikan bahwa fitur yang dibeli dalam game tersebut biasanya memang tak terlalu mahal yaitu sekitar 1 dolar atau mungkin Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, kemudian ia membayangkan bahwa terdapat 1 juta, 10 juta, ataupun 50 orang yang membeli fitur tersebut, maka dapat dilihat nilainya. 

Oleh karena itulah ia menyampaikan bahwa negara lain seperti Korea Selatan dapat mengkapitalisasi potensi game online tersebut.

Sebagai informasi, jumlah pemain game online di Indonesia termasuk yang cukup banyak di dunia. Menurut Newzoo yang merupakan lembaga riset game dan e-sport di Belanda telah mencatat bahwa terdapat 100 juta orang Indonesia yang merupakan gamers (pemain game), jumlah tersebut hampir setengah dari total pemain gim di Asia Tenggara yang mencapai 248 juta orang pada 2019.