Kronologi Pembunuhan Karyawan Toko di Sukoharjo, Curi Uang Demi THR

Pembunuhan terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, di mana seorang karyawan toko pakaian ditemukan tewas tertutup plastik setelah hilang selama lima hari. Simak selengkapnya di sini!

Kronologi Pembunuhan Karyawan Toko di Sukoharjo, Curi Uang Demi THR
Kronologi Pembunuhan Karyawan Toko di Sukoharjo, Curi Uang Demi THR. Gambar: suaramerdeka.com

BaperaNews - SER (22) seorang warga Dusun Dlangin Lor, Desa Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ditemukan tewas dalam keadaan tertutup plastik.

Jasad SER yang merupakan seorang karyawan toko pakaian di Sukoharjo itu ditemukan di Jalan Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (14/4) setelah hilang sejak malam idulfitri, Selasa (9/4).

Mulanya SER mengaku ingin membeli jajan, namun sejak saat itu ia tak kunjung kembali. Keluarga pun terus mencari keberadaan SER dengan menghubunginya melalui WhatsApp (WA), namun tak kunjung mendapat balasan.

Barulah pada Jumat (12/4) pesan itu dibalas, namun kecurigaan keluarga SER muncul sebab balasan pesan tersebut menggunakan bahasa Jawa Kromo, sedangkan SER tak pernah menggunakan bahasa itu. 

Keluarga SER lantas melaporkan kejadian itu ke polsek setempat. Setelah lima hari dinyatakan hilang, SER pun ditemukan tewas dengan kondisi duduk dan leher terikat sabuk perguruan bela diri . Polisi memastikan SER tewas karena dibunuh.

Kronologi Pembunuhan

Polisi yang melakukan penyelidikan mengatakan pelaku pembunuhan SER adalah tiga pemuda yakni DP (22), RMS (21), dan GS (29). Diketahui DP dan RMS merupakan seorang mahasiswa. Pelaku dan korban diketahui saling kenal.

Baca Juga: Sadis! Adik Bunuh Kakak Kandung di Depan Sang Ibu

Kronologi pembunuhan karyawan toko di Sukoharjo bermula ketika korban meminta tolong kepada pelaku utama DP untuk mengantar makan di sebuah warung menggunakan sepeda motor. Saat itu DP mengetahui jika SER mendapatkan uang Tunjangan Hari Raya (THR). 

DP pun mengajak RMS dan GS untuk membuat rencana mengambil uang THR korban yang bernilai Rp5 juta. 

"Ya, memang mau ambil (THR). Kami ambil uangnya dan handphone," ujar dia.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit mengatakan kasus pembunuhan SER ini diIakukan setelah korban makan. DP mengajak SER ke tempat tongkrongan yang di mana sudah ada RMS dan GS.

"Setelah makan, korban diajak balik ke tempat tongkrongan di sana sudah ada Rofi dan Gilang, tak butuh lama korban langsung dicekik dengan sabuk perguruan silat," jelas dia, Rabu (24/4).

Berdasarkan keterangan pelaku, ketika dicekik, SER masih bernapas hingga akhirnya dipukul dengan batu. 

"Kondisi saat itu, kata dia, korban belum meninggal sehingga dipukul pakai batu besar di bagian wajah oleh Gilang dan Rofi," kata DP.

Jasad SER pun dibuang ke parit tak jauh dari lokasi pembunuhan sebelum akhirnya ditemukan oleh warga pada Minggu (14/4). Selain itu, menurut keterangan AKBP Sigit, DP sempat menenggak minuman keras sebelum membunuh SER.

"Jadi hasil pemeriksaan si pelaku ini sering mendem (mabuk) ya istilah kasarnya. Sebelum melakukan juga ditemukan botol minuman, dugaan dia menenggak minuman," jelasnya. 

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku utama DP sempat kabur ke Sukabumi sebelum akhirnya ditangkap pada Senin (22/4) di Sukabumi. Semenetara RMS ditangkap di kediamannya di Kecamatan Polokarto, Sukoharjo (21/4).

Para pelaku pembunuhan karyawan toko dijerat Pasal 340 KUHP atau Pasal 339 KUHP atau Pasal 338 KUHP atau 56 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 20 tahun.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ormas yang Tewas Membusuk di Depok Ternyata Teman Sendiri