Bocah 3 Tahun Tewas Disengat Tawon Vespa di Puncak

Seorang bocah perempuan meninggal dunia setelah disengat puluhan tawon Vespa di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Bocah 3 Tahun Tewas Disengat Tawon Vespa di Puncak
Bocah 3 Tahun Tewas Disengat Tawon Vespa di Puncak. Gambar : Dok. Damkar Bogor

BaperaNews - Seorang bocah perempuan berusia 2 tahun, berinisial HMZ, tewas setelah disengat tawon Vespa di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Peristiwa bocah disengat tawon vespa ini terjadi saat korban bersama teman-temannya bermain di area parkir Taman Wisata Matahari.

Kasi Penyelamatan dan Pertolongan Darurat Bogor, Wahyudi Hidayat, menyampaikan bahwa kejadian bocah disengat tawon vespa ini bermula ketika korban dan teman-temannya bermain dengan melemparkan batu ke sarang tawon. Aksi tersebut mengguncang sarang, dan koloni tawon langsung menyerang anak-anak yang bermain.

"Kebetulan yang lain (teman-teman korban) bisa lari. Karena korban masih anak kecil, jadi belum mengerti lah bahayanya dan harus bagaimana. Akibatnya anak ini (korban) jadi sasaran tawon," kata Wahyudi. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut merasa bingung dan tak berani menolong korban karena jumlah tawon yang sangat banyak.

Baca Juga : Balita di Puncak Bogor Meninggal Usai Disengat Tawon

Beberapa menit setelah serangan, koloni tawon tersebut meninggalkan lokasi, dan warga akhirnya dapat mengevakuasi korban.

Awalnya, korban mendapat perawatan dari bidan setempat, namun orangtuanya menolak membawanya ke rumah sakit dengan alasan kondisi anaknya yang sudah membaik setelah mengonsumsi obat dari bidan.

Sayangnya, sehari setelah peristiwa tersebut, kondisi korban memburuk. HMZ mengalami kejang-kejang pada Rabu (17/1) pagi. Orangtuanya meminta bantuan kepada Ketua RT untuk membawa anaknya ke klinik terdekat, tetapi di perjalanan, nyawa korban tak dapat tertolong.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Cisarua, Komar, menjelaskan bahwa korban meninggal dunia setelah mengalami kejang-kejang.

Meskipun bidan setempat telah menyarankan untuk membawa korban ke rumah sakit, orangtua korban menolak dengan alasan membaiknya kondisi anak setelah mengonsumsi obat.

Baca Juga : Beredar Isu Anak Meninggal Habis Vaksin Polio, Ternyata Begini Faktanya!