Dinkes Catat 4 Kasus Omicron di Semarang dari Luar Negeri

Dinas kesehatan (dinkes) mencatat terdapat 4 kasus covid-19 varian omicron di Semarang yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Berikut Informasi Lengkapnya!

Dinkes Catat 4 Kasus Omicron di Semarang dari Luar Negeri
Ilustrasi Virus Covid-19 Varian Omicron. Gambar: Freepik.com

BaperaNews - Dinas Kesehatan (dinkes) Semarang melaporkan sudah ada 4 kasus covid-19 varian omicron di Semarang yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. “Iya, di Semarang sudah ada kasus omicron, dari hasil laborat sudah terdeteksi, mereka saat ini dirawat di RS” ucap Abdul Hakam Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Semarang Jumat 21 Januari 2022.

Pihak dinas kesehatan (dinkes) pun segera menelusuri dengan siapa saja mereka bertemu sebelumnya dan akan dilakukan tes, vaksinasi booster di Semarang juga akan dipercepat pelaksanaannya. Abdul menghimbau masyarakat tak perlu panik, cukup patuhi prokes dan ikuti anjuran pemerintah untuk tidak bepergian ke luar negeri terlebih dahulu.

“Walaupun omicronnya ini ringan gejalanya, kami harap masyarakat Semarang tetap waspada, tapi tak perlu gegabah atau panik, ikuti saja anjuran pemerintah untuk vaksin booster dan jangan bepergian dulu kalau tidak penting, prokes juga jangan lupa” jelasnya.

Terpisah, Irjen Polisi Ahmad Lutfhi, Kapolda Jateng juga melaporkan kasus omicron sudah terdeteksi pada 9 pasien di Jawa Tengah dan semuanya saat ini dirawat di RS rujukan covid-19 daerah masing-masing. “Terdeteksi ada 9 pasien omicron, itu kita ketahui dari hasil uji WGS (Whole Genome Sequencing)” ujar Ahmad di kantornya Jumat 21 Januari 2022.

9 orang yang terkena omicron tersebut ialah warga Semarang, Sukoharjo, Pekalongan, dan Cilacap. Atas kondisi ini, Ahmad meminta masyarakat untuk tidak lepas prokes dimana setelah masa gawat covid-19 varian delta menurun, kesadaran masyarakat dalam menjalankan prokes berkurang, dilihat dari banyaknya warga yang sudah berkerumun maupun bepergian tanpa memakai masker.

Polda Jateng juga akan menggencarkan vaksinasi covid-19 untuk memperkuat imun warga, mencegah dampak omicron, terbukti pasien yang sudah menjalankan vaksin hanya mengalami gejala ringan atau tanpa gejala dan bisa mengurangi resiko kematian.

Ahmad juga menegaskan warga Jawa Tengah tak perlu takut atau panik terhadap kasus omicron ini, jika semua memiliki kesadaran prokes yang baik, maka tidak akan terjadi lagi melonjaknya kasus covid-19 varian delta seperti pada masa setelah libur Lebaran 2021 kemarin. “Semuanya tenang, lakukan vaksin booster, itu kan gratis, semua bisa dapat di Puskesmas atau layanan kesehatan lain yang ditunjuk pemerintah, tapi jangan sampai karena sudah vaksin prokes jadi diabaikan, keduanya adalah hal penting yang saling melengkapi dan harus diterapkan untuk mencegah penyebaran omicron” ujarnya.

Baca Juga: Aturan Baru! Pasien Covid-19 Varian Omicron Boleh Isolasi Mandiri di Rumah