Usai Bertemu Joe Biden, Jokowi: RI Dapat Proyek Ratusan Triliun!

Hasil pertemuan Jokowi-Biden menghasilkan investasi besar bagi Indonesia, dari rantai nilai semikonduktor hingga sektor pariwisata.

Usai Bertemu Joe Biden, Jokowi: RI Dapat Proyek Ratusan Triliun!
Usai Bertemu Joe Biden, Jokowi: RI Dapat Proyek Ratusan Triliun. Gambar : Instagram/@jokowi

BaperaNews - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Washington tidak hanya sebatas diplomasi, namun juga melahirkan sejumlah kerja sama ekonomi yang sangat potensial bagi Indonesia.

Gedung Putih mengumumkan sejumlah program investasi untuk mendukung kemakmuran ekonomi inklusif, melibatkan sektor-sektor kunci seperti manufaktur, keuangan, dan pariwisata.

Joe Biden, melalui keterangan persnya, menyampaikan niatnya untuk mendorong ekonomi melalui investasi pada teknologi baru, usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan pembangunan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama adalah diversifikasi ekosistem semikonduktor global, dengan Amerika dan Indonesia bermitra untuk menciptakan rantai nilai semikonduktor yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.

Dalam kerjasama ini, akan dilakukan tinjauan terhadap ekosistem semikonduktor Indonesia, mencakup regulasi, kebutuhan tenaga kerja, dan infrastruktur.

Baca Juga : Hasto Dilaporkan ke Bareskrim, Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik Jokowi

Amerika juga berencana membawa asosiasi industri semikonduktor untuk memimpin delegasi perdagangan ke Indonesia, memperkuat kemitraan di bidang ini. Selain itu, kerja sama di bidang konektivitas digital di pedesaan Indonesia menjadi fokus penting.

Badan Perdagangan dan Pembangunan Amerika Serikat (USTDA) akan memberikan dukungan hibah kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengevaluasi penerapan jaringan akses radio terbuka (Open RAN) di 1.621 desa, meningkatkan konektivitas digital di wilayah tersebut.

Investasi pada perusahaan berkembang di Indonesia juga menjadi bagian dari kerja sama ini. International Development Finance Corporation (DFC) akan menyediakan pendanaan baru sebesar US$ 131 juta, fokus pada peningkatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi.

Pendanaan ini akan mendukung Bank Sampoerna untuk kredit UMKM dan Amartha Nusantara Raya dalam penyaluran kredit kepada pengusaha di desa.

Bidang pariwisata tidak ketinggalan dalam kerja sama ini. Departemen Perdagangan AS berencana bermitra dengan Indonesia dalam inisiatif baru, memperkuat sektor pariwisata antar kedua negara, khususnya pada bidang bisnis, pendidikan, dan rekreasi.

Investasi sektor swasta AS juga turut ditekankan, di mana Pemerintah Indonesia berencana bermitra dengan ExxonMobil dalam investasi hingga US$ 15 miliar. Tujuannya adalah meningkatkan pertumbuhan industri, mendorong dekarbonisasi di Indonesia, dan mengevaluasi potensi pusat penyerapan karbon di bawah tanah di laut Jawa.

Presiden Joko Widodo menyambut baik hasil pertemuan ini dan melihat bahwa Indonesia akan mendapatkan proyek-proyek senilai ratusan triliun rupiah dari kerja sama ini. Hal ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga : Jokowi dan Mahmoud Abbas Bertemu: Komitmen Indonesia Mendukung Kemerdekaan Palestina