Simak! Sejarah Lomba Panjat Pinang Yang Selalu Dirayakan Saat 17 Agustus

Lomba panjat pinang selalu menarik perhatian masyarakat saat perayaan HUT RI 17 Agustus tiba. Namun, tahukah kamu sejarah lomba panjat pinang? Ini sejarahnya!

Simak! Sejarah Lomba Panjat Pinang Yang Selalu Dirayakan Saat 17 Agustus
Sejarah lomba panjat pinang. Gambar : KOMPAS.com/DOK. GARRY ANDREW LOTULUNG

BaperaNews - Panjat pinang merupakan salah satu lomba yang selalu hadir untuk memeriahkan perayaan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus. Masyarakat tentunya selalu antusias saat menyaksikan lomba panjat pinang. Selain itu juga para peserta yang tidak kalah semangat untuk mencapai titik puncak.

Panjat pinang terbuat dari sebuah batang pohon pinang yang sudah dikupas, lalu di tanam kuat. Bagian ujung pohon akan ditancap berbagai hadiah, sementara bagian batangnya akan dilumuri minyak pelumas agar licin. Peserta panjat pinang akan saling membantu untuk memanjat pohon pinang demi mendapatkan hadiah. 

Diketahui, lomba panjat pinang berasal dari hiburan panjat tiang saat orang Belanda sedang berada di Indonesia pada zaman kolonialisme. Menariknya, lomba panjat pinang ini masih terkenal selama puluhan tahun setelah Indonesia merdeka.

Namun, perlu Anda ketahui, ternyata lomba panjat pinang memiliki sejarah panjang yang mendalam lho. Bahkan pernah dikatakan bahwa panjat pinang merupakan warisan yang diturunkan Bangsa Belanda sejak zaman kolonial.

Mari lihat sejarah lomba panjat pinang dari zaman kolonial hingga zaman masa kini! 

Sejarah Lomba Panjat Pinang di Indonesia

Panjat pinang adalah salah satu kegiatan  yang digelar untuk memperingati Koninginnedag atau Hari Ratu. Momen perayaan ini digelar setiap 31 Agustus sebagai peringatan kelahiran Ratu Belanda yakni Wilhelmina Helena Pauline Marie Van Orange-Nassau.

Di momen tersebut, semua masyarakat di Hindia Belanda (Indonesia) diperintah untuk berkumpul mengikuti sebuah festival, karnaval, hiburan, pasar kaget, dan juga termasuk lomba panjat pinang. Kegiatan panjat pinang ini dikatakan oleh masyarakat Belanda sebagai de Klimmast yang berarti memanjat tiang.

Baca Juga : Unik Dan Spesial! 11 Tradisi Saat Perayaan 17 Agustus Dari Berbagai Daerah Indonesia

Berdasarkan sumber dari Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal oleh Fandy Hutari, disebutkan bahwa kegiatan panjat pinang telah digelar sejak 1930-an. Panjat pinang juga menjadi ajang yang unik sehingga sering digelar untuk perayaan pernikahan, kenaikan jabatan hingga acara ulang tahun.

Peserta Panjat Pinang di Masa Kolonial Hanya Diikuti Oleh Pribumi

Walaupun hanya terbilang sebuah permainan, panjat pinang dilakukan dengan sebuah kerja keras, kekompakan serta strategi khusus demi mencapai puncak pohon pinang. Peserta panjat pinang biasanya terbagi di dalam beberapa regu.

Setiap regu bergantian untuk memanjat batang pohon pinang setinggi 5-9 meter yang telah dilumuri oleh minyak pelumas. Usaha memanjat pohon pinang ini dilakukan agar bisa mendapatkan hadiah yang sudah diletakkan pada bagian puncak pohon pinang. 

Nantinya, para peserta akan berebut untuk mengambil hadiah yang biasanya berisi bahan makanan. Berbagai macam hadiah lomba panjat pinang antara lain beras, tepung, roti, keju, gula dan pakaian. Untuk seorang pribumi, hadiah itu tergolong sangat mewah.

Pada masa kolonial, peserta panjat pinang hanya diikuti oleh orang-orang pribumi saja. Sedangkan meneer-meneer Belanda hanya sebagai penonton sambil tertawa melihat warga lokal yang berusaha membuat tangga kehidupan dengan cara memanjat pohon pinang.

Baca Juga : Tak Hanya Seru, Ada Sejarah Dan Makna Di Balik Lomba 17 Agustus

Namun, tidak hanya untuk pribumi saja, lomba panjat pinang juga bisa diadakan oleh keluarga pribumi yang kaya raya dan antek kolonial.

Lomba Panjat Pinang Menuai Kontroversi

Lomba panjat pinang tidak selalu dinilai positif, panjat pinang juga pernah mendapatkan berbagai kontroversi. Terdapat beberapa kalangan yang menilai bahwa panjat pinang ini mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan meminta untuk dihentikan.

Salah satu pemerintah yang tidak suka dengan lomba panjat pinang ialah Kota Langsa, Aceh. Pemerintah kota tersebut melarang lomba panjat pinang pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus tahun 2019 lalu. 

Kegiatan itu dilarang karena panjat pinang merupakan sebagai warisan penjajah Belanda. Larangan itu juga tertuang dalam instruksi Wali Kota Langsa dengan nomor 450/2381/2019. 

Namun demikian, lomba panjat pinang tetap memiliki banyak peminat. Para pendukung lomba panjat pinang menilai bahwa kegiatan ini mengajarkan kita untuk kerja keras, kerja sama, dan mengutamakan kekompakan. 

Lomba Panjat Pinang di Masa Kini

Terlepas dari sejarah hingga kontroversi lomba panjat pinang, buktinya masyarakat masih terlihat antusias mengikuti ataupun menyaksikan lomba panjat pinang saat momen 17 Agustus. Tak hanya itu, lomba panjat pinang juga dinilai sebagai ajang yang lebih menarik perhatian.

Hadiah lomba panjat pinang masa kini juga sudah mewah-mewah seperti sepeda, uang tunai, pakaian, alat kebutuhan rumah tangga hingga makanan.

Begitulah kira-kira sejarah lomba panjat pinang. Semoga bisa menambah wawasan dan menambah rasa nasionalisme ya. 

Baca Juga : Gebyar Diskon! Berikut Daftar Restoran Dengan Diskon Menarik di Hari Kemerdekaan RI