Australia Larang Penggunaan Vape Untuk Rekreasi

Aturan baru Australia akan membatasi peredaran vape dengan mengharuskan vape hanya dijual di apotek dan dikemas sebagaimana produk farmasi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok remaja dan anak muda.

Australia Larang Penggunaan Vape Untuk Rekreasi
Australia Larang Penggunaan Vape Untuk Rekreasi. Gambar : Unsplash.com/Dok. VapeClubMY

BaperaNewsPemerintah Australia hendak melarang penggunaan vape atau rokok elektrik untuk kepentingan hiburan dan rekreasional yang dijual bebas. UU Rokok akan direvisi untuk memperketat penjualan vape.

Nantinya, vape hanya dijual di apotek dan dibeli untuk kepentingan khusus. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi jumlah perokok di kalangan remaja dan membantu perokok berhenti dari kebiasaan buruknya.

“Sama saja dengan merokok, Big Tobacco telah memakai produk adiktif lainnya, membungkus dengan kemasan mengkilap dan menambah rasa di dalamnya untuk menciptakan generasi baru yang menyukai dan candu nikotin” tutur Menteri Kesehatan Australia Mark Butler hari Selasa (2/5).

Dalam aturan Australia larang penggunaan vape ke depannya, vape hanya akan dijual ke apotek dan dikemas sebagaimana produk farmasi. Vape sebelumnya dianggap sebagai produk nikotin yang lebih aman dibanding rokok konvensional, disebut bisa membantu berhenti merokok.

Namun sejumlah riset kemudian muncul dan membeberkan fakta bahwa ada potensi bahaya jangka panjang pada rokok elektrik karena sama-sama membuat ketagihan. Butler menyampaikan, vape saat ini jadi produk rekreasi di Australia dimana sebagian penggunanya adalah remaja dan anak muda. 

Baca Juga : Vape Dilarang di Thailand dan Singapura, Denda Hingga Rp 114 Juta!

“Produk ini ditargetkan untuk anak-anak kami, dijual bersama coklat dan permen batangan. Sekarang vape jadi masalah nomor 1 di sekolah-sekolah menengah, dan itu juga meluas sampai sekolah dasar” imbuhnya.

Komunitas dokter Australia mendukung rencana pemerintah untuk memperbarui UU Nikotin dan membatasi peredaran vape, namun mereka juga berharap pemerintah bisa melakukan hal lebih dengan mengurangi masuknya vape di Australia agar remaja dan anak muda kesulitan untuk mendapatkannya dan menghindari produk tersebut.

Sebelumnya di tahun 2022 sempat dilakukan aturan Australia larang penggunaan vape, vape hanya boleh dipakai dengan resep dokter. Dari data, 22% warga Australia umur 18-24 tahun dinyatakan telah memakai vape setidaknya satu kali. Namun karena aturan ketat pembelian vape, justru membuat vape mudah ditemukan di pasar ilegal atau pasar gelap, membuat remaja dan anak muda terlibat di dalamnya.

Sebab itu sebagai jalan tengahnya, pemerintah tetap mengizinkan vape, namun dilarang untuk kepentingan bersenang-senang dan dijual bebas. Vape hanya bisa didapatkan di apotek dan dikemas selayaknya produk farmasi agar tidak semua orang bisa membelinya dengan bebas.

Dengan adanya aturan Australia larang penggunaan vape, diharapkan generasi muda penerus bangsa bisa jadi generasi yang bisa diandalkan.

Baca Juga : PNS di Jepang Kena Denda Rp 166 Juta Usai Merokok di Tempat Kerja!