Pengunjung Ragunan Melonjak, Diklaim Masih Terkendali

Pada hari Sabtu (30/10) kemarin, Pengunjung Ragunan melonjak seketika di akhir pekan. Pihak pengelola claim masih terkendali.

Pengunjung Ragunan Melonjak, Diklaim Masih Terkendali
Plt Kepala Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan, M Fajar Sahuri memberikan tumpeng ulang tahun kepada Julang, jerapah Afrika yang berulang tahun ke satu, Kamis (28/1/2021). Gambar : ANTARA/HO-Taman Margasatwa Ragunan

BaperaNews - Pada hari Sabtu (30/10/2021) kemarin, pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan menyampaikan bahwa jumlah pengunjung di tempat wisata itu melonjak. Hari Sabtu kemarin merupakan akhir pekan kedua Taman rekreasi Ragunan ini dibuka.

Wahyudi Bambang yang merupakan Staf Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (Humas) Taman Margasatwa Ragunan mengatakan bahwa berdasarkan data yang telah direkap oleh pengelola, hingga pukul 12.00 WIB, pengunjung Ragunan berjumlah 7.856 orang.

Melansir dari CNNIndonesia.com pada hari Sabtu (30/10/2021), Bambang menyampaikan bahwa situasi masih terkendali dan pengunjung juga tidak terlalu membludak.

Bambang menilai, dengan area Ragunan yang sangat luas dan apabila dibandingkan dengan jumlah pengunjung tersebut, maka jumlah ini masih lah terhitung sepi. Diketahui, kapasitas maksimal pengunjung Ragunan saat ini yaitu sebanyak 15.000 orang.

Bambang menjelaskan bahwa saat ini Ragunan dalam kondisi sepi yaitu hanya 7.000 pengunjung, kalau membeludak itu jumlahnya bisa ratusan ribu pengunjung.

Walaupun demikian, ia menyampaikan bahwa pada akhir pekan ini jumlah pengunjung ragunan memang meningkat apabila dibandingkan dengan akhir pekan lalu.

Pada hari pertama kebun binatang Ragunan ini kembali dibuka, Sabtu (23/10/2021), jumlah pengunjung Ragunan hanya terdapat 4.901 orang dan kemudian di hari Minggunya (24/10/2021) berjumlah 9.800 orang.

Bambang menjelaskan bahwa minggu kemarin jumlah pengunjung 9.800 tidak terlihat ramai, hampir 10 ribu namun masih lenggang juga.

Selain itu, Egi Supriatna yang merupakan salah satu pengunjung Ragunan menyampaikan bahwa suasana Ragunan pada akhir pekan ini tidak begitu ramai apabila dibandingkan dengan keadaan sebelum adanya pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Egi pun merasa tidak khawatir berwisata walaupun di situasi yang masih pandemi.

Sebagai informasi, sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk membuka kembali berbagai tempat wisata seiring dengan melandainya jumlah kasus Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir.

Walaupun demikian, berbagai aturan protokol kesehatan serta pembatasan masih diterapkan. Hal tersebut contohnya seperti para pengunjung harus memiliki KTP DKI Jakarta, telah mendapatkan vaksin minimal 1 kali, serta tetap menerapkan protokol kesehatan di tempat wisata.

Tak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta juga menerapkan aturan ganjil genap di beberapa tempat wisata untuk kendaraan bermotor roda empat maupun roda dua.