Merdeka Belajar DIhelat, Fahd A Rafiq: Transformasi Pendidikan Indonesia

Keberhasilan program Merdeka Belajar menjadi pilar utama dalam transformasi pendidikan Indonesia. Simak selengkapnya di sini!

Merdeka Belajar DIhelat, Fahd A Rafiq: Transformasi Pendidikan Indonesia
Merdeka Belajar DIhelat, Fahd A Rafiq: Transformasi Pendidikan Indonesia. Gambar: Dok. Istimewa

BaperaNews - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia terus komitmen pada transformasi pendidikan melalui program Merdeka Belajar. Fokus pada inovasi kurikulum, pemberdayaan guru, dan teknologi di kelas, Kemendikbudristek berupaya memastikan setiap anak memiliki akses ke pendidikan berkualitas.

Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim, menggarisbawahi keberhasilan Merdeka Belajar dalam menciptakan pembelajaran berpusat pada siswa. Paradigma ini dianggap sebagai kunci untuk meningkatkan sistem pendidikan Indonesia.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyatakan bahwa transformasi pendidikan ini merupakan cara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa.

"Transformasi pendidikan ini tidak hanya membentuk generasi yang kompeten, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa," ujar Fahd A Rafiq, Selasa (6/2).

Keberlanjutan Merdeka Belajar bergantung pada tiga faktor utama, yakni keberadaan Guru Penggerak, partisipasi sukarela 80 persen sekolah dalam Kurikulum Merdeka, dan revolusi digital melalui platform pembelajaran Kemendikbudristek.

Transformasi pendidikan Indonesia diakui dalam menghadapi pandemi Covid-19. Meskipun banyak negara mengalami kemunduran belajar, Indonesia berhasil mempertahankan atau meningkatkan skor menurut Programme for International Student Assessment (PISA) 2022.

Kemendikbudristek memberikan dukungan konkret, seperti pembagian kuota internet, platform berbagi praktik baik bagi guru, konten pembelajaran di televisi, dan fleksibilitas dana BOS.

"Langkah-langkah konkret ini memastikan bahwa pendidikan tetap berlangsung tanpa terjadinya zero learning, mengukuhkan posisi Indonesia dalam kancah pendidikan global," ujar Fahd A Rafiq, Selasa (6/2).

Hasil PISA dan Asesmen Nasional menunjukkan keterkaitan yang positif, memberikan umpan balik untuk perbaikan berkelanjutan. Andreas Schleicher dari OECD mengapresiasi inovasi Indonesia, melihatnya sebagai eksperimen yang inovatif dan mencerminkan keberhasilan PISA.

Transformasi ini dianggap sebagai langkah tepat, menempatkan Indonesia pada jalur menuju pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.

 

Penulis : AG