Fahd A Rafiq Mendukung Pemerintah Optimalkan Pelatihan Vokasi, Kolaborasi dan Inovasi

Pelatihan vokasi memiliki peran kritis dalam membentuk lulusan yang siap bersaing di pasar kerja. Baca selengkapnya di sini!

Fahd A Rafiq Mendukung Pemerintah Optimalkan Pelatihan Vokasi, Kolaborasi dan Inovasi
Fahd A Rafiq Mendukung Pemerintah Optimalkan Pelatihan Vokasi, Kolaborasi dan Inovasi. Gambar: Dok. Istimewa

BaperaNews - Dalam sebuah acara Dialog Nasional Kolaborasi untuk Pelatihan Vokasi dan Produktivitas yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pelatihan Vokasi dan Produktivitas pada 30 Januari 2024, Warsito, Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, sebagai Ketua Tim Pelaksana TKNV, menyoroti pentingnya penyelarasan kurikulum, program, dan fasilitas Lembaga Pelatihan Vokasi.

Menurut Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, yang hadir sebagai narasumber, upaya penyelarasan tersebut menjadi krusial untuk memberdayakan peserta pelatihan Vokasi agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Dalam konteks ini, pelatihan harus didesain secara cermat, sesuai dengan tuntutan pasar kerja yang terus berubah.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menanggapi pentingnya adaptasi dalam perkembangan pasar kerja yang harus dinamis dan juga sesuai dengan kebutuhan pasar.

"Pentingnya adaptasi terhadap perkembangan pasar kerja yang dinamis tidak bisa diabaikan, dan pelatihan vokasi yang didesain sesuai kebutuhan pasar adalah langkah tepat," ujar Fahd A Rafiq, Selasa (6/2).

Pentingnya pembaruan kurikulum dan program Vokasi tak hanya ditekankan secara kualitatif, namun juga didukung oleh data kuantitatif.

Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama menyampaikan bahwa angka lulusan menengah dan perguruan tinggi yang memasuki dunia kerja mencapai 3.5 - 3.7 juta, sedangkan angka Tenaga Pekerja Terdidik (TPT) sekitar 7.9 juta.

Dengan fokus pada usia produktif, pemerintah harus berkoordinasi untuk meningkatkan kompetensi dan menjembatani kesenjangan antara lulusan dan kebutuhan industri.

Peran penting Lembaga Pelatihan Vokasi diarahkan sesuai dengan Permenko No. 6 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Vokasi. Hal ini bertujuan agar lulusan Vokasi siap bersaing di pasar kerja atau memiliki keterampilan berwirausaha.

Deputi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama, Warsito juga menyoroti konsep pendidikan dual system yang bisa diterapkan, tetapi dengan catatan keseimbangan antara industri dan lembaga pendidikan.

"Inisiatif ini akan mendorong partisipasi aktif industri dalam membentuk kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, Dengan langkah-langkah ini, kolaborasi antara lembaga Vokasi, pemerintah, dan industri diharapkan dapat menciptakan lulusan yang siap berkontribusi dalam dunia kerja yang dinamis dan kompetitif," ujar Fahd A Rafiq, Selasa (6/2).

Tim Pelaksana TKNV juga menyoroti inisiatif di tingkat daerah, terutama melalui TKDV yang mengkoordinasikan Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di daerah. Saat ini, sudah terbentuk sekitar 21 TKDV yang berfokus pada pembangunan SDM dan pengurangan angka pengangguran di daerah.

Dalam upaya mendukung industri, sedang direview regulasi mengenai Super Tax Deduction oleh Peraturan Menteri Keuangan. Pemerintah daerah juga sedang mempertimbangkan memberikan insentif bagi daerah yang memiliki kinerja perhatian terhadap Vokasi.

 

Penulis : AG