Google Search Bakal Pasang Chatbot AI

CEO Google Sundar Pichai menyebut akan mengkoordinasikan large language model atau LLM di Searchnya dengan menghadirkan Chatbot AI Google.

Google Search Bakal Pasang Chatbot AI
Google Search Bakal Pasang Chatbot AI. Gambar : Pixabay.com/Dok. Firmbee

BaperaNews - Google ingin menyaingi Microsoft dengan menghadirkan Chatbot AI Google. Raksasa mesin pencari ini akan memasukkan kecerdasan buatan atau AI ke produknya, Search.

Hal ini diungkap oleh CEO Google Sundar Pichai dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal terkait Chatbot AI Google. Google sebelumnya menyebut akan mengkoordinasikan large language model atau LLM di Searchnya, namun ini pertama kalinya Google membahas AI.

“Apa orang-orang yang menanyakan pertanyaan ke Google dan interaksi dengan LLM dalam menu Search? Tentu saja. Ruang kesempatannya jika ada lebih besar dari sebelumnya” tutur Sundar pada Minggu (9/4).

Langkah ini terbilang tidak mengejutkan sebab Microsoft sendiri sudah memasang AI yang menjadi pusat ChatGPT di mesin pencarian, Bing. Namun langkah Google ini tentu menimbulkan efek lebih besar dimana Google saat ini jadi penguasa menu Search di dunia, memiliki 93,4% pangsa menu Search dunia. 

Google telah dikunjungi lebih dari 75,3 Miliar kali dari seluruh dunia di bulan Maret 2023, sedangkan Bing di bulan yang sama baru 957 juta kunjungan. Sundar yakin AI chat ini akan memperluas bisnis Searchnya atau mesin pencari Google ini, bukan sebagai ancaman.

Baca Juga : Anti Plagiarism, Turnitin Rilis AI Guna Deteksi Tulisan ChatGPT

ChatGPT dan AI sendiri ialah kecerdasan buatan berupa robot yang bisa berkomunikasi dua arah layaknya berkomunikasi dengan manusia lainnya. Maka ia bisa membantu menyelesaikan tugas lebih detail dan bisa dimanfaatkan untuk mengetahui berbagai hal, informasi yang diberikan lebih detail.

Tidak disampaikan kapan waktu detailnya Google akan mulai sematkan AI di menu Search. Google sendiri baru saja merilis chatbot AI buatannya sendiri yang diberi nama Bard. Bard masih diedarkan secara terbatas, produknya terpisah dan tidak menjadi satu dengan Search.

Memang jika dibandingkan dengan Microsoft, Google ketinggalan jauh. Microsoft telah investasi di OpenAI dan bisa memakai GPT-4 yang kreatif di Edge serta Bing.

Sedangkan Bard yang baru dirilis justru menyampaikan informasi keliru dalam demonstrasinya. Sundar menjamin Bard akan terus ditingkatkan, akan menurunkan model bahasa yang lebih pintar dan canggih untuk menghindari kesalahan.

Bagaimana hasilnya jika Google Search dipasangi Chatbot AI Google? Tentu membuat penasaran, apa akan sukses seperti Bing dan ChatGPT? Waktu rilisan nanti yang akan menjawab semuanya.

Baca Juga : Google Akan Larang Aplikasi Pinjol Minta Data Kontak dan Foto