Sandiaga Uno Bakal Ubah Aturan Perizinan Konser dan Olahraga

Sandiaga Uno berencana mengubah sistem perizinan acara konser dan olahraga di Indonesia menjadi digital.

Sandiaga Uno Bakal Ubah Aturan Perizinan Konser dan Olahraga
Sandiaga Uno Bakal Ubah Aturan Perizinan Konser dan Olahraga. Gambar : Instagram/@sandiuno

BaperaNews - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menyebut perizinan acara konser (seni) dan olahraga di Indonesia selama ini banyak dikeluhkan. Contohnya konser Coldplay di Indonesia hanya bisa berlangsung 1 hari padahal di Singapura bisa sampai 6 hari.

Sandiaga Uno membahas aturan perizinan konser dan olahraga di sebuah rapat terbatas, ia mengungkap akan merubah sistem ijin tersebut secara digital per September 2023 dengan harapan bisa lebih mempermudah pelaksanaan acara seni maupun olahraga di Indonesia.

“Pada rapat tadi diputuskan aturan diujicobakan pada September 2023 secara pilot project, digitalisasi perizinan event ini kita harap bisa kita evaluasi secara berkala untuk mudahkan perizinan konser (seni) maupun olahraga” kata Sandiaga Uno di Istana Kepresidenan Jakarta hari Selasa (1/8).

Sandi memaparkan, selama ini ada perputaran dana dari acara seni dan olahraga yang nilainya besar mencapai Rp 197 Triliun. Dengan adanya perubahan aturan perizinan konser dan olahraga menjadi lebih mudah, diharap bisa mendatangkan tambahan keuntungan hingga Rp 17 Triliun.

“Dari total 3.000 event yang sudah kita jalankan di tahun ini, kita telah gerakkan ekonomi Rp 197 Triliun. Jika digitalisasi ini terjadi dan mencapai efisiensi, bisa menambah nilai ekonomi sekitar Rp 17 Triliun” imbuhnya. 

Baca Juga : Sandiaga Uno Ungkap Alasan Coldplay Hanya Bisa Konser Sehari di Indonesia

Sandi menilai buruknya perizinan seni di Indonesia adalah salah satu alasan kenapa Coldplay hanya konser sehari saja di Indonesia padahal Coldplay biasa konser lebih dari 1 hari ketika mengunjungi negara lain padahal potensi penonton di Indonesia juga besar.

Sandiaga Uno menargetkan izin untuk acara ional bisa selesai 14 hari sebelum acara. Sedangkan untuk internasional bisa 21 hari sebelum acara terlaksana.

“Salah satu pertimbangan, contohnya Coldplay, Kenapa hanya memilih konser sehari disini dan lebih dari sehari di negara lain. Itu salah satu alasanya karena masalah perizinan. Jadi akan diperbaiki kemudahan perizinan, waktu, dan biaya dari perizinan itu sendiri. Ini sering dikeluhkan. Bahkan Ada yang izinnya itu baru keluar beberapa jam setelah event itu dilaksanakan jadi banyak menimbulkan ketidakpastian. Proses digitalisasi ini butuh tahapan, maka pelayanan publik untuk perizinan event akan jauh lebih baik ke depannya” pungkas Sandiaga.

Baca Juga : Jadwal Konser Dewa 19 Agustus 2023