Balas Dendam Kematian Daria Dugina, Tentara Rusia Tulis Pesan Di Roket

Tentara Rusia melakukan balas dendam atas kematian Daria Dugina dengan menulis sebuah pesan di roket yang ditembakkan ke wilayah pasukan Ukraina

Balas Dendam Kematian Daria Dugina, Tentara Rusia Tulis Pesan Di Roket
Balas Dendam Kematian Daria Dugina, Tentara Rusia Tulis Pesan Di Roket. Gambar : Sindonews.com/Daily Mall

BaperaNews - Viral sebuah video memperlihatkan tentara Rusia menulis pesan “Untuk Daria Dugina” di sebuah roket dan granat yang kemudian ditembakkan kepada pasukan Ukraina.

Peristiwa terjadi di Donetsk, Ukraina Timur. Dituliskan bahwa serangan itu ialah balas dendam atas kematian Daria Dugina, putri dari Alexander Dugina, seorang filsuf Rusia yang dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Daria Dugina tewas akibat bom mobil di Moskow pekan lalu.

Balas dendam kemudian dilakukan pemerintah Rusia melalui pasukan di Batalyon Sparta, menulis “Untuk Daria Dugina”, “RIP Daria Dugina”, “RIP gadis, kami akan membalas pada roket dan granat”. Para tentara Rusia kemudian menembakkan amunisi tersebut ke arah pasukan Ukraina.

“Untuk Daria Dugina, Tembak!” bunyi keterangan dalam video tersebut yang ditayangkan di saluran web perang pro Rusia Sabtu (27/8).

“Inilah yang telah kami peringatkan kepada Anda. Nazi harus lama mendengar nama Daria saat pesan dari orang-orang kita terbang ke arah mereka. Anda akan dihukum karena kejahatan ini tetangga tersayang!” tulis keterangan dalam video.

Baca Juga : Sanna Marin Menangis Saat Klarifikasi Foto Telanjang Di Apartemennya

Pelakunya telah diketahui oleh kepolisian Rusia yang diyakini dari Ukraina. Pelaku tinggal di sebuah apartemen yang dekat dengan kediaman Alexander, menguntit Alexander. Pelaku dan Alexander pernah berada di sebuah acara yang sama.

Diduga pelaku meletakkan bom di mobil kemudian kabur ke luar negeri yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya. Pelaku mengincar Alexander dengan bom kendali jarak jauh, naasnya, Daria Dugina meminjam mobil ayahnya, jadilah ia yang jadi korban akibat bom tersebut.

Diketahui pelaku pembom Daria Dugina ialah mata-mata Ukraina bernama Shaban Vovk. Kini ia melarikan diri ke Estonia. Pihak kepolisian Rusia juga telah merilis foto paspor pelaku, namun Rusia sulit untuk menangkap Vovk mengingat sejumlah Negara Eropa tidak mendukungnya dalam operasi militer Ukraina yang juga tidak membantu untuk menangkap pelaku.

Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Reinsalu justru menyebut Rusia hanya memprovokasi. “Kami anggap ini sebagai bentuk provokasi dalam rangkaian federasi Rusia dan kami tidak mengatakan apa-apa lagi saat ini” ujarnya.

“Lebih mudah untuk menyalahkan Ukraina, sekarang kita melihat Estonia juga diseret dalam kasus ini” sambung Kepala Pusat Internasional dan Pertahanan Keamanan Estonia Indrek Kannik.

Baca Juga : Ukraina Bangun Monumen Jokowi Di Kyiv, Ini Alasannya!