Begini Kronologi Soal Perdebatan Agama Pattimura Di Uang Rp 1.000

Gaduh di medsos, usai viralnya video penceramah Ustadz Adi Hidayat tentang Pattimura punya nama asli dan agama islam bukan Kristen protestan.

Begini Kronologi Soal Perdebatan Agama Pattimura Di Uang Rp 1.000
Perdebatan agama pahlawan Pattimura oleh Ustadz Adi. Gambar : Tribunnews.com

BaperaNews - Nama dan agama asli pahlawan Indonesia Pattimura yang sosoknya diabadikan dalam uang kertas nasional Rp 1.000, gaduh setelah dipermasalahkan oleh penceramah Ustadz Adi Hidayat (UAH).

Dalam sebuah video yang ramai beredar di media sosial, disebutkan bahwa Pattimura punya nama asli dan agama islam, bukan Kristen protestan sebagaimana yang saat ini dicantumkan dalam sejarah.

Dalam buku sejarah, nama asli Pattimura ialah Thomas Matulessy, lahir tahun 1783 di Saparua. Tahun 1817 ia menjadi Kapiten rakyat dalam melawan VOC (kongsi dagang Belanda). Namun versi berbeda disampaikan Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya di sebuah masjid dan videonya viral di media sosial.

“Lihat baik-baik, banyak orang menyebut dia Thomas Matulessy, kami berusaha mencari, melihat, Tanya pakar sejarah, dikumpulkan, Allahuakbar, ternyata nama aslinya Ahmas Lusi” ujarnya dalam video. Menurut Ustadz Adi Hidayat, Pattimura ialah sosok kyai dan pemimpin pesantren, “mengarahkan anak santrinya untuk menegakkan kebenaran di bumi ini” imbuhnya.

UAH menyebut, namanya diubah jadi Thomas agar orang-orang tidak tahu dia dekat dengan Allah SWT, ia juga membandingkan nama intelektual muslim barat yakni Ibnu Sina diubah jadi Avicenna dan Ibnu Rusydi diubah jadi Averroes.

Kata kunci Pattimura pun jadi trending topic Twitter dan duduk di posisi 12 sejak pada hari Selasa 5 Juli 2022 jam 18.11 WIB, namun netizen memberi tanggapan nyinyir atas ucapan Ustadz Adi Hidayat terhadap pahlawan di uang Rp 1.000.

Baca Juga : RKUHP Segera Disahkan, Penista Agama Penjara 5 Tahun

“Ga peduli Pattimura agamanya apa, Sisingamaraja agamanya apa, Cut Nyak Dien agamanya apa yang penting selama membela Indonesia mereka pahlawan” tulis netizen, “Lawakan ga lucu yang dipaksakan tampil, kisah rebutan agama yang justru menambah riuh tanpa kehadiran si esensi”, kata netizen lainnya, “Daftar klaim : Napoleon, Gajah Mada, Amstrong, Pattimura, Borobudur, ada yang terlewat?”, tulis sejumlah netizen.

Menurut netizen, apa yang disampaikan Ustadz Adi Hidayat tidaklah penting, yang terpenting ialah selalu mengingat Pattimura sebagai salah satu pahlawan Indonesia. Hal ini pun mendapat respon dari keturunan Pattimura yang ada di Pulau Haruku, Maluku, mereka menyebut apa yang disampaikan UAH adalah hoax.

“Iya hoax sejarah” ujar Thomas.

Thomas ialah ialah generasi ke-6 dari Pattimura. Thomas dinamai mirip nama asli Pattimura untuk mengenang nenek moyangnya, ia menjelaskan Pattimura ialah anak dari Corneles dan Petrosina Noya, “Beragama Kristen protestan” tegasnya.

Thomas menyebut tahun 2018, keturunan Matulessy dan marga Lussy hadir, “Saya duduk dengan ahli waris dan keturunan Ahmad Lussy, dia tidak punya data apapun karena memang tidak ada peran Ahmad Lussy yang bisa diceritakan, tidak ada yang kenal Ahmad Lussy” tutupnya.