Fahd A Rafiq Bicara Soal Karya Anak Bangsa yang Ditolak di Negeri Sendiri

Ketua Umum DPP Bapera, Fahd A Rafiq kali ini membahas tentang karya anak bangsa yang ditolak dan tidak dihargai di Negeri sendiri.

Fahd A Rafiq Bicara Soal Karya Anak Bangsa yang Ditolak di Negeri Sendiri
Fahd A Rafiq Bicara Soal Karya Anak Bangsa yang Ditolak di Negeri Sendiri. Gambar: Unsplash.com/Dok. Firmbee.com

Ahmad Sofyan (Kontributor) - Ketua Umum DPP Bapera, Fahd A Rafiq kali ini akan membicarakan tentang sebuah karya anak bangsa yang ditolak di Negeri sendiri. Fahd A Rafiq menjelaskan bahwa republik ini tidak pernah kehabisan ilmuwan, sebab memiliki SDM yang sangat hebat luar biasa.

“Namun, regulasi dan sistemnya yang belum mengaminkan kita untuk menjadi Negara maju, terbukti dari alat terapi kanker, mobil listrik, kompor biomassa, pemadam api tercepat, teknologi 4G, dan pencetus ojek online pertama di dunia semuanya dari Indonesia, tapi semua ide itu dibeli dan dibajak oleh Negara lain dan kita terlihat masa kita masa bodoh akan hal ini, maka efeknya adalah ketertinggalan, lantas mau begini terus? mau sampai kapan?” ucap Fahd A Rafiq. 

Fahd A Rafiq menjelaskan bahwa banyak karya anak bangsa yang tidak diterima di Negeri sendiri, dan pemerintah diam saja ketika karya anak bangsanya tidak dihargai, namun lebih menghargai ciptaan Negara lain. 

“Negara-Negara yang memiliki teknologi maju seperti Amerika, Tiongkok, Korsel, Jepang, semuanya menggunakan teknologi dalam Negerinya. Jika kita mau mengembangkan Iptek, maka hasil produksi dalam Negeri itu harus digunakan. Kalau tidak dipakai, kapan kita tahu ada kekurangannya, dan tahu kualitas barang ciptaan kita,” jelas Fahd  A Rafiq. 

Menurut Fahd A Rafiq, penghargaan terhadap penemu di Indonesia kurang mendapatkan respon positif dari pemerintah, bahkan dibuat putus asa dengan janji-janji manis yang dibuat tanpa bukti, sehingga banyak putra putri Indonesia mencari tempat untuk mendapatkan penghargaan dan dihargai oleh bangsa lain yang dapat menghargai buah pikirnya. 

“Dalam mengisi kemerdekaan Indonesia karya anak bangsa harus dikembangkan, sebab saat ini dunia sedang gencar-gencarnya membangun kembali peradaban masing-masing untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan pengaruh di dunia global,” imbuh Fahd A Rafiq.

Fahd A Rafiq memberikan beberapa contoh karya anak bangsa yang tidak dihargai oleh Negeri sendiri, ada seorang anak Indonesia bernama Christopher Melanio Kusuma, ia awalnya ingin download sebuah game, namun kuota internet yang ia miliki kurang dan kapasitas game tersebut sangat besar, alhasil Christopher tidak bisa mendownload game tersebut.

Kemudian, Christopher melakukan penelitian tentang data compression, supaya game yang didownload bisa jadi kecil. Akhirnya Christopher mendapatkan inside dari penelitian tersebut, dan ia ingin mengembangkan penelitian tersebut, sebab ia berpikir belum ada seseorang yang menemukan alat yang bisa mengkompres data hingga ukuran nano, dan Christopher  juga yakin bahwa alat tersebut dapat berguna untuk kedepannya. 

Akhirnya, Christopher mengikuti sebuah kompetisi tingkat daerah maupun nasional, namun penemuannya ditolak hingga 11 kali. Akan tetapi, Christopher tidak menyerah dan terus berjuang agar penemuannya dapat dikembangkan. 

Hingga seminggu kemudian, ia melihat ada pengumuman di Google melalui media online tentang penelitian, dan ia mendapatkan email dari sponsor Google untuk mempresentasikan algoritma penemuannya tersebut. 

Tidak disangka, ternyata Google tertarik dengan penelitian yang dibuat Christopher, dan ia langsung diajak kerjasama dengan Google dalam sebuah proyek selama 6 bulan dan akhirnya alat compressing data berhasil dikembangkan. Christopher saat ini menjadi hak paten Amerika. 

Fahd A Rafiq menilai bahwa kreatif itu bukan tentang menemukan ide-ide baru dan brilliant, namun menyusun satu ide baru dari kumpulan banyak ide yang telah ada. Orang kreatif mampu melihat sisi dan celah kosong yang belum terisi dan sebuah ruang dan waktu.

“Seperti yang dilakukan oleh Christopher Melanio yang penemuannya dihargai oleh Negeri Paman Sam dikarenakan di Negerinya merasa tidak dihargai,” ucap Fahd A Rafi dengan nada heran. 

Kreativitas seseorang muncul dari keadaan yang terbatas penemuan hebat di dunia muncul karena banyaknya individu yang berpikir keras agar kedepan kehidupan menjadi lebih mudah, manusia yang awalnya hanya memakan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan setelah ditemukannya api dapat memakan daging, lanjut kemudian ditemukannya roda yang membuat zaman semakin cepat berkembang . 

Fahd A Rafiq melihat sebenarnya manusia modern saat ini kreatif, hanya saja terjebak rutinitas sehingga tidak lagi mampu mengeluarkan ide-ide kreatif.

Di sisi lain Fahd A Rafiq mengungkapkan jantung dan Jiwa perusahaan adalah kreativitas dan inovasi, sehingga muncul hal hal baru yang belum terpikirkan sebelumnya di perusahaan lain. 

Fahd A Rafiq menyarankan agar pemerintah lebih memperhatikan karya anak bangsa agar SDM yang tangguh tersebut tidak direbut oleh Negara lain.

Fahd A Rafiq juga mengingatkan kembali majunya bangsa Amerika karena melakukan operasi papers clips yang mengambil ribuan ilmuwan Jerman sehingga bangsa Amerika menjadi bangsa yang tangguh seperti saat ini, kalau hal ini terus dibiarkan maka Indonesia akan terus tertinggal.

“Jika kreativitas seseorang ditopang dengan disiplin dan kerjasama akan menghasilkan karya yang luar biasa khususnya untuk penemuan yang bermanfaat untuk orang banyak, dalam situasi dan kondisi dunia yang serba cepat saat ini individu yang bermental kreatif akan mampu beradaptasi dengan situasi apapun. Jadi tetaplah kreatif dan teruslah aktif untuk berinovasi karena hidup menjadi berwarna dengan kita banyak berkarya,” tutup Fahd A Rafiq

Penulis: Ahmad Sofyan.