Vietnam Resmi Turunkan PPN dari 10% ke 8%, Berlaku hingga Juni 2025
Vietnam memperpanjang pemotongan PPN dari 10% menjadi 8% hingga Juni 2025. Kebijakan ini bertujuan merangsang konsumsi dan mendukung ekonomi.

BaperaNews - Pemerintah Vietnam memutuskan untuk memperpanjang pemotongan pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 8% hingga Juni tahun depan.
Keputusan ini resmi berlaku setelah Majelis Nasional menyetujui perpanjangan pengurangan tersebut. Berdasarkan resolusi yang disahkan pekan lalu, barang dan jasa yang dikenakan tarif pajak 10% akan tetap menikmati tarif 8% selama enam bulan ke depan.
Namun, pengurangan PPN Vietnam ini tidak berlaku untuk sektor real estat, sekuritas, perbankan, telekomunikasi, informasi dan teknologi, batu bara, bahan kimia, serta produk dan jasa yang dikenakan pajak konsumsi khusus.
"Perpanjangan pengurangan PPN diharapkan dapat membantu merangsang konsumsi dan mendukung produksi dan bisnis dengan menurunkan biaya barang dan jasa, karena ekonomi terus berjuang," kata pakar ekonomi Đinh Trọng Thịnh, sebagaimana dilansir Vietnam News, Rabu (11/12).
Kementerian Keuangan Vietnam memperkirakan bahwa pengurangan PPN akan menyebabkan penurunan pendapatan anggaran negara sekitar 26,1 triliun dong (Rp16 triliun) pada paruh pertama tahun 2025.
Baca Juga: Crazy Rich Vietnam Truong My Lan Tetap Divonis Mati, Banding Ditolak
Namun, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan bisnis, yang pada gilirannya akan menciptakan pendapatan tambahan untuk anggaran negara.
Pengurangan PPN telah diterapkan Vietnam sejak tahun 2022 untuk mendukung produksi dan bisnis serta meningkatkan konsumsi setelah pandemi Covid-19.
Pada tahun 2022, pengurangan PPN mencapai 51,4 triliun dong, yang membantu mempercepat konsumsi domestik, dengan total penjualan eceran barang dan jasa meningkat sebesar 19,8% dibanding tahun 2021.
Pada paruh kedua tahun 2023, pengurangan PPN mencapai total 23,4 triliun dong, dengan total penjualan eceran barang dan jasa meningkat sebesar 9,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perkiraan menyebutkan bahwa total penurunan pendapatan negara akibat turunnya PPN pada tahun 2024 mencapai sekitar 49 triliun dong (Rp30 triliun).
Baca Juga: Vietnam Dilanda Angin Topan Super, 35 Orang Dikabarkan Tewas