Pedagang Sayur Kecil Ngeluh Harga Pertalite Akan Naik Minggu Depan

Sejumlah pedagang sayur kecil mengeluh usai rencana pemerintah yang akan menaikkan harga pertalite minggu depan.

Pedagang Sayur Kecil Ngeluh Harga Pertalite Akan Naik Minggu Depan
Sejumlah pedagang sayur kecil mengeluh usai rencana pemerintah yang akan menaikkan harga pertalite minggu depan. Gambar : Liputan6.com/Dok. Bawono Yadika

BaperaNews - Sejumlah pedagang sayur kecil mengeluh karena adanya rencana kenaikan harga Pertalite yang akan diumumkan oleh Jokowi minggu depan.

Salah satunya adalah Ipul seorang pedagang sayur mayur yang setiap hari menggunakan motor dan sesekali mobil untuk membawa dagangannya di kawasan Pasar Sukatani Depok setiap harinya. Selain itu, Ipul juga menawarkan jasa pesan antar sayur mayur hingga ke depan rumah para konsumennya.

Jika dikalkulasikan, setiap hari Ipul harus mengalokasikan pendapatannya untuk membeli Pertalite mulai dari Rp 40 ribu hingga Rp 100 ribu.

“Setiap hari, rata – rata budget yang harus saya keluarkan untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite Rp 40 ribu. Namun jika di kombinasikan dengan mobil, setidaknya bisa sampai Rp 100 ribu,” kata  Ipul pada tim media Sabtu, 20 Agustus 2022.

Jika sampai pemerintah benar – benar merealisasikan rencana atas kebijakan kenaikan harga pertalite tersebut, mau tidak mau harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menyediakan dana khusus yang mana digunakan berjualan di pasar hingga melakukan layanan pesan antar.

Baca Juga : Harga Pertalite Ingin Naik, Pengemudi Ojek Online Resah Pendapatan Merosot

Terlebih jika harga Pertalite dinaikkan sampai Rp 10 ribu per liternya, dampaknya akan sangat besar seperti pendapat – pendapat yang diutarakan banyak pihak.

“Jika sampai naik ke angka Rp 10, saya rasa itu cukup berat bagi kita – kita yang mayoritas dari kalangan menengah ke bawah. Mending pertalite ditiadakan sekalian, toh harganya nanti hampir mendekati harga per liter dari BBM jenis pertamax,” keluh Ipul.

Ia juga mengeluh karena rencana adanya kenaikan harga pertalite bersamaan dengan meroketnya harga pangan. Sebagai pedagang sayur, Ipul paham betul mengenai fakta di lapangan dimana banyak kebutuhan dapur yang kian mahal.

“Ditambah lagi saat ini banyak kebutuhan pokok yang harganya selangit. Sampai saat ini, harga cabai dan juga telur masih sangat mahal. Cabai saja masih di atas kisaran Rp 50 ribu lho. Biasanya kan tidak sampai segitu, normalnya di bawah angka Rp 50 ribu.

Dari kacamata seorang pedagang sayur saja bisa memprediksikan jika bahan pangan akan mengalami kenaikan sampai 40 persen jika harga pertalite benar – benar direalisasikan.

Terlepas dari itu semua, tahun ini pemerintah sudah memberikan subsidi untuk kebutuhan energy mencapai Rp 502 triliun sepanjang tahun 2022. Angka tersebut naik sangat besar jika dibandingkan dengan rencana awal yang hanya Rp 170 triliun. Keputusan ini memang sulit dan sudah mempertimbangkan segala hal termasuk kondisi harga minyak mentah dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel.

Baca Juga : Jokowi Minggu Depan Umumkan Kenaikan Pertalite, Lembaga Riset Ekonomi Peringatkan Pemerintah!