Harga Beras Naik! Menteri Tito: Makan Ubi dan Sorgum

Mendagri Tito Karnavian menyarankan masyarakat untuk mulai mengonsumsi produk non beras seperti ubi dan sorgum sebagai makanan pokok.

Harga Beras Naik! Menteri Tito: Makan Ubi dan Sorgum
Harga Beras Naik! Menteri Tito: Makan Ubi dan Sorgum. Gambar : Dok. Puspen Kemendagri

BaperaNews - Menteri dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyarankan masyarakat mulai mengonsumsi produk nonberas sebagai makanan pokoknya seperti ubi dan sorgum untuk menyiasati harga beras naik belakangan ini.

“Saran saya untuk semua warga Indonesia, kuncinya selain stok adalah diversifikasi pangan,” kata Mendagri Tito ketika ditemui di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta hari Selasa (3/10).

Dengan demikian, masyarakat bisa mengandalkan bahan pokok lain selain beras. Ubi pun juga mengandung karbohidrat dan mengenyangkan layaknya beras. Menurut Tito, Indonesia punya beragam hasil tani sehingga punya potensi makanan pokok yang berbeda.

“Jadi ada ubi, sagu, papeda, jagung, yam, talas, itu semua enak. Ubi jalar, sorgum, sukun, dan lainnya banyak sekali yang bisa jadi bahan makanan pokok dan itu sehat,” tambahnya.

Mendagri Tito juga menyebut pada sebagian jenis beras banyak mengandung gula yang juga tidak bagus untuk kesehatan, terutama untuk penyakit tertentu. Sebab, itu dengan beralih ke makanan pokok nonberas bisa menyiasati harga beras naik, ia meminta dilakukan kampanye beralih makanan pokok.

“Beras bisa menjadi sumber diabetes. Masyarakat bisa beralih agar tidak tergantung pada beras,” pungkas Menteri dalam Negeri Tito.

Baca Juga: Jokowi Siapkan Insentif untuk ASN Pindah ke IKN

Diketahui harga beras naik karena musim kemarau panjang dan sejumlah negara pengekspor beras terbesar seperti India menghentikan ekspornya. Beras bisa saja terus naik harganya atau langka jika tidak diiringi dengan pasokan yang mumpuni.

Sebagaimana yang disampaikan Menteri dalam Negeri, harga beras yang naik sebenarnya bisa disiasati dengan beralih makanan pokok nonberas. Meski kedengarannya mudah, namun hal ini berhubungan dengan kebiasaan. Banyak masyarakat menganggap makan terasa belum kenyang jika belum makan nasi.

Sebenarnya hal ini berhubungan dengan mindset saja. Makan karbohidrat nonnasi seperti mie, roti, ubi, ketela, sukun, dan lainnya juga mengenyangkan meski perlu pembiasaan. Jika hal ini bisa diterapkan akan membantu mengurangi jumlah permintaan beras agar harga beras tidak terus melonjak.

Berikut harga beras terbaru dilansir dari Badan Pangan Bank Indonesia :

  • Harga beras kualitas bawah I naik 0,75 persen menjadi Rp13.350 perkilogram.
  • Beras kualitas bawah II naik 0,77 persen menjadi Rp13.100 perkilogram.
  • Harga beras kualitas medium I naik 0,69 persen menjadi Rp14.500 perkilogram.
  • Harga beras kualitas medium II naik 0,7 persen menjadi Rp14.300 perkilogram.
  • Harga beras kualitas super I naik 0,96 persen menjadi Rp15.850 perkilogram.
  • Harga beras kualitas super II naik 0,33 persen menjadi Rp15.200 perkilogram.

Baca Juga: Beras Mahal, Pj Bupati Flores Timur Imbau Warga Jangan Makan Nasi Tiap Jumat