Fahd A Rafiq: Bicara Sepak Bola Indonesia

Ketua Umum DPP Bapera, Fahd A Rafiq membicarakan perkembangan sepak bola di Indonesia

Fahd A Rafiq: Bicara Sepak Bola Indonesia
Fahd A Rafiq membicarakan sepak bola Indonesia. Gambar : dw.com

BaperaNews - Sepak Bola itu olah raga yang di gemari di planet bumi, Indonesia negara dari Benua Asia pertama yang pertama kali ke Piala Dunia pada 1938. Betapa gandrungnya masyarakat Indonesia akan prestasi di Level Internasional, khususnya Timnas Senior Indonesia.

Fahd A Rafiq mengatakan, "Kemenangan atas negara kecil Curacao dengan Skor 3-2 beberapa hari yang lalu sebuah momentum bangkitnya sepak bola Indonesia membuat peringkat Indonesia naik ke posisi ke 153. kembali mengingat sejarah Rentang tahun 1997 - 1998 posisi terbaik Indonesia di tabel FIFA ada di peringkat 76 yang waktu itu di tukangi oleh Rusdi Bahalwan. Dan itu dilakukan hanya waktu 1 tahun dari peringkat 120 ke peringkat 76 alias naik 44 peringkat dari 200 negara", ujarnya. 

Fahd A Rafiq juga menambahkan, "Timnas Senior Indonesia harus punya target realistis untuk mengangkat pamor sepak bola Indonesia, contoh Indonesia harus berhasil naik peringkat ke 50 pada daftar rangking FIFA, Juara Piala AFF (kita selalu juara 2 ), Juara Piala Asia, lalu lolos ke Piala Dunia ini minimal lho. Saya ingin Kisruhnya politik global yang berdampak langsung pada ekonomi Indonesia bisa di redam dengan prestasi Sepak Bola kita dan membuat rakyat bahagia dan tersenyum lepas", tuturnya. 

Juru taktik hebat telah di datangkan dari negara luar yaitu Shin Tae Yong pelatih kelas piala dunia dari Korea Selatan, sebelumnya ada pelatih dari Spanyol yaitu Luis Milla.

Kekurangan pada sepak bola Indonesia harus di benahi secepat mungkin. Dan ingat ketika ingin meraih juara bermainlah Offensive bukan Defensive. 

Kita bisa belajar dari Chelsea yang berhasil menjadi juara liga Champions pada musim 2020/2021, pergantian pelatih dari Frank Lampard ke Thomas Tuchel terbukti efektif dengan merubah gaya bermain dari bertahan ke menyerang dengan pola 3-4-2-1 yang terkadang bertransformasi ke 3-4-3 dan 3-5-2 . Hanya butuh waktu kurang dari 6 bulan diakhir musim membuat tim London biru itu juara liga Champions dan Piala dunia antar klub, tegasnya. 

Fahd A Rafiq tersebut menyarankan, "Jangan takut bermain menyerang, Sehebat apapun pertahanan sebuah tim pasti akan kebobolan juga. Ok kita lihat Italia peraih juara 4 kali piala dunia, dua edisi piala dunia gagal tampil di ajang terbesar kelas dunia tersebut. walaupun sebelumnya telah juara Eropa, karena masih mempertahankan konsep Catenacio". imbuhnya 

"Ingat sepak bola hanya di dominasi peraih juara oleh permainan menyerang bukan bertahan dan rumusnya adalah siapa  banyak menciptakan gol, sehebat apapun pola permainannya dan sebanyak apapun penguasaan Ball posesion akan kalah oleh yang lebih banyak menciptakan gol lebih banyak" tegas Fahd A Rafiq.

Penulis : Ahmad Sofyan (Bapera Pusat)