Relawan AS Hilang, Washington Tuduh Rusia Lakukan Penyanderaan

Washington menyebut bahwa Rusia menculik dan menyandera relawan AS yang ada di Ukraina dan Rusia pun ikut menuduh Uni Eropa dalam memanipulasi keanggotaan Ukraina.

Relawan AS Hilang, Washington Tuduh Rusia Lakukan Penyanderaan
Rusia dituduh Washington usai menyandera relawan AS. Gambar : Reuters

BaperaNews - Washington menyebut Rusia menculik dan menyandera relawan AS yang ada di Ukraina. Rusia pun memberi tanggapan tegas bahwa mereka tidak tahu menahu soal relawan AS yang sudah membantu Ukraina.

“Tidak, kami tidak tahu apapun tentang itu” ujar Jubir Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov (17/6).

Sebelumnya dua orang relawan AS yang membantu perang Ukraina hilang dalam sepekan, insiden tersebut membuat rekan dan pejuang lain khawatir jika mereka ditangkap oleh pasukan Rusia. Kedua relawan AS, ialah Alexander John (39) dan Andy Tai (27), keduanya berasal dari Alabama, Washington, AS.

Pemerintah AS pun mendesak Rusia agar memperlakukan relawan dengan manusiawi “Rusia punya kewajiban tertentu dan anggota dari pasukan Ukraina, termasuk relawan dari Negara yang bergabung dengan angkatan bersenjata, harus diperlakukan sebagaimana tahanan perang di bawah Perjanjian Jenewa” ujar Jubir Kemenlu AS, Ned Price (16/6).

“Tahanan perang harus dapatkan perlakuan dan dilindungi sesuai status tersebut, termasuk tindakan kemanusiaan, proses fundamental, dan jaminan pengadilan yang adil” tegas Ned Price.

Baca Juga : Ukraina Ancam Hancurkan Jembatan Penghubung Rusia Sepanjang 19 KM

Rusia kemudian menuduh Uni Eropa dalam perlakuannya memanipulasi keanggotaan Ukraina, tak lama setelah hal tersebut, Rusia memberi rekomendasi keanggotaan Kyiv pada hari Jumat 17 Juni 2022 “Kita melihat selama beberapa tahun bahwa Barat sudah memanipulasi ide dari bentuk tertentu keterlibatan Ukraina dalam struktur integrasi mereka” ujar Jubir Kemenlu Rusia, Maria Zakharova (17/6).

Maria Zakharova kemudian mengungkap situasi di Ukraina jadi semakin buruk.

Ukraina tidak sedang berjuang untuk mendapat masa depan cerah meski muncul janji untuk bersikap lebih manis dan menarik. Pada hari yang sama, Uni Eropa merekomendasikan Moldova dan Ukraina untuk bergabung bersama mereka.

Namun status tersebut harus mendapat persetujuan dari 27 negara anggota Uni Eropa lainnya.

Rencananya, akan dilakukan pertemuan resmi oleh para pemimpin Uni Eropa di Brussels pada minggu depan tanggal 23 – 24 Juni 2022 untuk membahas keanggotaan tersebut.

Perang Rusia dan Ukraina masih terus berlanjut, aksi saling tuduh dan minimnya negosiasi membuat perang semakin berlarut-larut. Kedua Negara kokoh atas kemauannya dan mendapat dukungan dari Negara sekutu masing-masing, alih-alih bernegosiasi, perang seolah semakin dikobarkan dengan tujuan sama-sama ingin menang.