Soal Video Mesum Pakai Baju Adat Bali, Seksolog Ungkap Fenomena FWB

Sempat viral Video pasangan mesum pakai baju adat bali yang melakukan hubungan seksual di mobil yang berjalan, Seksolog ungkap fenomena Frirnd With Benefits (FWB)

Soal Video Mesum Pakai Baju Adat Bali, Seksolog Ungkap Fenomena FWB
Seskolog ungkap fenomena FWB sudah ada dari dahulu. Gambar : detik.com

BaperaNews - Istilah FWB (Friend with benefit) akhir-akhir ini ramai dibicarakan dan jadi trending topic Twitter. Terutama setelah adanya kasus pasangan mesum di Bali yang melakukan hubungan seksual di mobil yang sedang melaju dengan baju adat Bali.

Usai identitas pelaku diketahui polisi, keduanya mengaku bukan pasangan resmi, namun hanya sebatas FWB. Hanya berteman saja, namun begitu dekat dan melakukan apapun bersama termasuk berhubungan seksual.

Sebelumnya Polda Bali menginformasikan pelaku video pasangan mesum viral tersebut berinisial MM (28) dan DN (26), keduanya berkenalan di media sosial sejak Agustus 2022 dan kemudian bertemu. Keduanya tidak memiliki hubungan pacaran atau menikah resmi, hanya FWB. Mereka mengaku merasa nyaman berhubungan seks satu sama lain hanya untuk melampiaskan hasrat.

Meski tidak punya ikatan resmi, keduanya telah berhubungan badan layaknya suami istri, di video pasangan mesum yang beredar juga Nampak si perempuan naik ke atas tubuh pemeran pria padahal mobil sedang melaju dan pemeran pria menyetir.

Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Denpasar, dr Made Oka menyebut FWB sudah ada sejak dulu, hanya saja, nama istilahnya yang berbeda-beda di setiap masa.

“FWB bukan fenomena baru, hanya istilahnya dibuat makin menarik. Dulu ada namanya TTM (teman tapi mesra), kalau di Jepang disebutnya sex friend” ujarnya pada DetikBali pada Jumat (23/9).

Baca Juga : Kisah Seorang Wanita Berpayudara Super Besar yang Diusir Penumpang Pesawat

Oka menjelaskan, FWB ini ialah hubungan pertemanan laki-laki dan perempuan yang merasa cocok dengan orientasi seks mulai dari ciuman hingga berhubungan badan. Ini karena sejak generasi dulu banyak yang merasa berhubungan seksualsebelum menikah adalah hal yang wajar.

“Saya percaya saat ini banyak anak muda belum menikah sudah berhubungan seksual, 10-30 persen" imbuhnya. "10-30 % ini dari penelitian selama 5 tahun terakhir” lanjutnya.

Oka menyebut, alasan anak-anak muda ingin berhubungan seksual diantaranya karena dari tontonan, adanya adegan-romantis di film, banyaknya video syur bermunculan di media sosial dan situs tertentu, kemudian karena majalah porno.

“Selalu ada ini di tiap zaman, cuma sekarang orang lebih mudah mengaksesnya, ada juga dorongan dari teman sebaya dan lingkungannya yang tidak masalah dengan hal-hal yang berhubungan dengan seksual” lanjutnya.

Namun, Oka memperingatkan, hubungan seks bebas anak muda jelas berbahaya sebab bisa menyebabkan penyakit HIV/AIDS hingga kehamilan yang tidak diinginkan.

“Sekarang punya resiko Psikososial, misalnya yang direkam kemudian tersebar, itu dia akan malu, dampaknya juga UU ITE dan sebagainya” pungkasnya.

Baca Juga : 4 Tanda Kamu Terlalu Bergantung Dengan Pasangan