BaperaNews - Target Indonesia Emas 2045 menjadi visi besar yang memerlukan percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Ketua Umum DPP Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq, menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menarik kembali putra-putri terbaik bangsa, termasuk penerima Beasiswa LPDP, guna mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
"Presiden harus memanggil mahasiswa cerdas dan berprestasi yang saat ini menuntut ilmu di luar negeri, baik melalui Beasiswa LPDP maupun program lainnya. Keberadaan mereka sangat penting untuk membantu mengejar ketertinggalan Indonesia di berbagai bidang," ujar Fahd A Rafiq pada Sabtu (7/12/2024) di Jakarta.
Fahd menyoroti masalah mendesak di sektor kesehatan. Ia menyebut rasio dokter spesialis di Indonesia hanya 0,12 per 1.000 penduduk, jauh di bawah rata-rata Asia Tenggara sebesar 0,20.
"Kekurangan tenaga medis adalah persoalan klasik yang perlu segera diatasi melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri," tegasnya.
Ia juga mendorong pengembangan industri teknologi tinggi, seperti semikonduktor.
"Indonesia memiliki bahan baku untuk produksi chip semikonduktor, tetapi selama ini kita bergantung pada impor. Pemerintah telah membangun fasilitas chip design di Jawa Tengah pada 2022, dan langkah ini harus dilanjutkan agar Indonesia mandiri dalam teknologi," kata Fahd.
Baca Juga : Fahd A Rafiq Puji Pidato Presiden Prabowo di Tanwir dan Milad Muhammadiyah XII: Isinya Daging Semua
Selain itu, Fahd menekankan pentingnya modernisasi sektor pertanian dengan produksi alat pertanian dalam negeri, mencontoh kesuksesan Tiongkok.
"Modernisasi alat pertanian akan mempercepat proses kerja dan hasil panen, sehingga Indonesia dapat kembali menjadi negara agraris," jelasnya.
Di sektor otomotif, Fahd mengusulkan pengembangan industri mobil dan motor buatan lokal dengan memanfaatkan tenaga ahli teknik mesin.
"Negara-negara seperti Malaysia, India, Jepang, dan Korea Selatan sudah lebih dulu maju dalam industri ini. Indonesia harus bisa mengikuti jejak mereka," tambahnya.
Fahd juga mendorong pengaktifan kembali industri pesawat terbang yang sempat dirintis oleh BJ Habibie. Menurutnya, langkah ini sangat strategis untuk meningkatkan kemandirian Indonesia di sektor transportasi udara.
Sebagai bagian dari percepatan pembangunan, Fahd mengusulkan penerapan konsep ekonomi berbasis proyek, seperti printing money, yang telah sukses diterapkan di negara maju.
"Jerman hanya membutuhkan waktu 15 tahun untuk pulih dari kehancuran Perang Dunia I. Masa Indonesia tidak bisa?" ujar Fahd.
Ia juga menyarankan pembangunan bunker perlindungan bawah tanah sebagai antisipasi dampak Perang Dunia III. "Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan. Tanda-tanda perang dunia sudah mulai terlihat," tutup Fahd, yang juga dosen di Malaysia.
Melalui pemanggilan kembali mahasiswa berprestasi, termasuk penerima Beasiswa LPDP, Fahd optimistis Indonesia dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 lebih cepat.
Baca Juga : Fahd A Rafiq Yakin Indonesia Akan Jadi Negara Maju di Era Prabowo Subianto