Arab Saudi Resmi Gabung Blok Keamanan SOC China-Rusia

Kabinet Arab Saudi resmi bergabung dengan blok keamanan SOC (Organisasi Kerjasama Shanghai) yang dipimpin oleh China.

Arab Saudi Resmi Gabung Blok Keamanan SOC China-Rusia
Arab Saudi Resmi Gabung Blok Keamanan SOC China-Rusia. Gambar : Reuters/Dok. Bandar Algaloud

BaperaNews - Raja Salman, pemimpin Arab Saudi menunjukkan kedekatannya dengan Rusia dan China. Kabinet Arab Saudi bergabung dengan blok keamanan SOC (Organisasi Kerjasama Shanghai) yang dipimpin oleh China.

SOC ialah grup politik, perdagangan, dan keamanan yang Rusia juga menjadi salah satu anggotanya bersama negara lain seperti India, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, hingga Kyrgyzstan.

Rapat digelar dipimpin langsung oleh Raja Salman, pemerintah Arab Saudi menyatakan menyetujui memorandum khusus, memberi Riyadh status sebagai Arab Saudi mitra SOC. Kedudukan ini sama dengan Turki, Mesir, Qatar, dan Iran di SOC.

Langkah Arab Saudi mitra SOC pun jadi tamparan bagi Amerika Serikat (AS). Secara tradisional, Arab Saudi dekat dengan AS di jazirah. China dan Rusia saat ini dipandang sebagai musuh AS.

AS bermasalah dengan China dalam banyak hal, mulai dari masalah persaingan perdagangan, teknologi, Covid-19, kedaulatan Taiwan, hingga terkait Rusia dan NATO di perang Ukraina.

AS belum bicara banyak tentang Arab Saudi mitra SOC ini. Hubungan AS dan Arab Saudi mulai memburuk di era kepemimpinan Presiden AS Joe Biden.

Baca Juga : Arab Saudi Rilis Aturan Baru Umroh Selama Ramadhan 2023

Joe Biden menyebut kerajaan Arab Saudi sebagai negara ‘pariah”. Gedung Putih AS juga terus menuduh Putra Mahkota Arab Saudi  Mohammed Bin Salman sebagai pembunuh jurnalis Jamal Khashoggi.

Hal ini membuat Arab Saudi semakin menjauh dari AS, mengambil jalan yang berbeda dari apa yang dipikirkan AS. Tahun 2022, ketegangan Arab Saudi dan AS makin nampak jelas, kala itu Joe Biden datang ke Arab Saudi meminta Arab Saudi menggenjot produksi minyaknya karena minyak dari Rusia harganya makin melonjak akibat perang Rusia Ukraina.

Diketahui Arab Saudi selama ini punya peran penting dalam distribusi minyak dunia, namun Arab Saudi tidak bersedia dan terus memotong jatah minyak. Joe Biden kemudian menyebut Arab Saudi membuat keputusan sempit, Arab Saudi kemudian dituduh bersekongkol dengan Rusia.

Sementara antara Arab Saudi dan China makin tahun makin dekat hubungannya. Arab Saudi disebut sedang memproduksi rudal balistik dengan bantuan dari China.

Arab Saudi juga sedang membahas izin pembelian minyak dengan mata uang China Yuan agar mengurangi dominasi dollar di pasar minyak dunia.

Arab Saudi kini makin dekat dengan Rusia dan China, belum ada pernyataan resmi dari AS tentang keputusan gabungnya Arab Saudi  dengan SOC, namun para pakar politik menduga keputusan ini akan  membuat AS makin panas.

Baca Juga : Putin Sebut Negara Barat Ialah Pembuat dan Penghasut Perang Ukraina