Para INFP Merapat, Ini 10 Sisi Gelap INFP yang Sulit Dipahami Orang Lain!

INFP dikenal sebagai tipe kepribadian yang idealis dan penuh empati. Namun, ada sisi gelap yang jarang dibahas. Temukan 10 rahasia kepribadian INFP di sini.

Para INFP Merapat, Ini 10 Sisi Gelap INFP yang Sulit Dipahami Orang Lain!
Para INFP Merapat, Ini 10 Sisi Gelap INFP yang Sulit Dipahami Orang Lain!. Gambar : BaperaNews/Achmad Rifai

BaperaNews - Kepribadian INFP mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang, terutama bagi kamu yang menyukai pembahasan tentang tipe-tipe kepribadian MBTI. Di antara 16 tipe kepribadian yang dikenal, INFP atau "si Mediator" ini punya karakter unik yang penuh dengan empati, kreativitas, dan idealisme.

Mereka cenderung mencari makna hidup dan ingin membantu orang lain dengan tulus. Namun, di balik kepribadian yang tampak tenang dan penuh perhatian, ada sisi gelap yang tidak selalu bisa dipahami orang lain.

Apa saja sisi gelap yang tersembunyi dalam diri INFP? Mengapa penting bagi kita untuk mengenali sisi-sisi ini? Memahami sisi gelap INFP bukan untuk menakuti, tetapi untuk lebih menghargai dan mendukung mereka dalam menghadapi berbagai tantangan.

Berikut ini adalah sembilan sisi gelap INFP yang sering tersembunyi, namun penting untuk dipahami agar kita lebih memahami kepribadian mereka yang kompleks.

1. Egois dan Fokus pada Diri Sendiri

Egois dan Fokus pada Diri SendiriGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

Meskipun terkenal sebagai orang yang perhatian dan empatik, INFP juga memiliki kecenderungan untuk bersikap egois, terutama ketika menyangkut ambisi dan keinginan pribadi.

Mereka bisa sangat terfokus pada dunia batin dan cita-cita mereka sendiri sehingga cenderung mengabaikan kebutuhan atau kondisi orang lain. Hal ini sering kali terlihat ketika INFP berusaha mengejar tujuan yang dianggap penting bagi mereka, tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap orang sekitar.

Perilaku ini mungkin tidak sepenuhnya disadari oleh INFP, namun dapat memberikan kesan bahwa mereka lebih memprioritaskan diri sendiri. Untuk mengatasinya, INFP perlu melatih kemampuan berempati dengan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan perhatian terhadap orang di sekitar.

2. Kemampuan Memanipulasi dengan Emosi

Kemampuan Memanipulasi dengan EmosiGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

INFP dikenal memiliki kecerdasan emosional yang tinggi dan kemampuan untuk membaca emosi orang lain. Dengan keahlian ini, mereka sebenarnya memiliki potensi untuk memanipulasi orang lain demi mencapai tujuan mereka.

Meskipun bukan sesuatu yang sering dilakukan secara sengaja atau berniat buruk, kemampuan ini bisa menjadi sisi gelap yang berpotensi merugikan hubungan.

Misalnya, INFP dapat membuat orang lain merasa bersalah atau membujuk mereka untuk mendukung pandangan atau ide yang diinginkan. Walau hal ini kadang tidak dilakukan dengan niat jahat, namun bisa menyebabkan orang lain merasa dimanfaatkan.

Karena itu, penting bagi INFP untuk selalu introspeksi diri dan menggunakan kecerdasan emosionalnya secara jujur dan bertanggung jawab.

3. Intensitas Emosi yang Tinggi

Intensitas Emosi yang TinggiGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

Salah satu hal yang paling menonjol dari INFP adalah intensitas emosinya. Mereka merasakan segalanya dengan sangat dalam dan penuh makna, baik itu kebahagiaan, kesedihan, maupun kemarahan.

Emosi yang meluap-luap ini bisa menjadi kekuatan, membuat mereka lebih peka dan penuh empati. Namun, di sisi lain, intensitas ini dapat menjadi beban yang berat, terutama ketika perasaan tersebut berubah-ubah dengan cepat.

Bagi INFP, perubahan suasana hati yang mendadak dapat menguras energi, membuat mereka rentan terhadap kecemasan dan bahkan depresi.

Emosi mereka yang kuat kadang sulit untuk diatur, sehingga sering kali mereka membutuhkan waktu untuk memproses perasaan tersebut dengan baik agar tidak memengaruhi kesejahteraan mental mereka.

4. Kebiasaan Menyendiri Saat Tertekan

Kebiasaan Menyendiri Saat TertekanGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

Saat merasa tertekan atau kewalahan oleh dunia luar, INFP sering kali memilih untuk menarik diri dan mengisolasi diri sebagai cara untuk mengembalikan energi mereka. Bagi mereka, waktu untuk merenung dan menyendiri adalah cara efektif untuk memproses perasaan dan memahami apa yang sedang terjadi di dalam diri mereka.

Kebiasaan ini membantu INFP menemukan kembali keseimbangan dan ketenangan.

Namun, jika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan, INFP bisa merasa semakin terputus dari lingkungan sekitar, bahkan dari orang-orang yang sebenarnya peduli kepada mereka.

Oleh karena itu, penting bagi INFP untuk menjaga keseimbangan antara waktu untuk sendiri dan waktu untuk berinteraksi dengan orang lain, agar tidak merasa kesepian dan tetap merasa terhubung dengan dunia sekitar.

5. Kesulitan Mengambil Keputusan

Kesulitan Mengambil KeputusanGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

INFP sering mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan, terutama jika keputusan tersebut melibatkan nilai-nilai dan prinsip hidup mereka.

Mereka cenderung merenungkan berbagai kemungkinan dan konsekuensi dengan sangat mendalam, sering kali sampai terjebak dalam kebingungan yang disebut sebagai "kelumpuhan analisis." 

Mereka sulit untuk segera mengambil tindakan karena terlalu memikirkan segala aspek dari pilihan yang ada.

Kesulitan ini dapat memengaruhi keseharian mereka, terutama ketika mereka dihadapkan pada pilihan-pilihan besar dalam hidup.

Untuk mengatasinya, INFP perlu belajar menetapkan prioritas dan menerima bahwa tidak semua keputusan akan sempurna. Dengan demikian, mereka bisa lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai pilihan tanpa terlalu banyak keraguan.

6. Kecenderungan Overthinking

Kecenderungan OverthinkingGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

INFP sering kali terjebak dalam pemikiran yang mendalam dan berkepanjangan. Mereka suka merenungkan makna kehidupan, hubungan, serta tujuan mereka di dunia. Walaupun ini menambah kedalaman jiwa mereka, overthinking bisa berubah menjadi beban berat yang melelahkan secara mental.

Kecenderungan ini membuat mereka sulit menikmati momen saat ini karena pikiran mereka sibuk menganalisis dan memikirkan berbagai kemungkinan di masa depan.

Overthinking pada akhirnya bisa membuat mereka merasa kewalahan, terutama ketika dihadapkan pada situasi yang tak sesuai ekspektasi. Untuk mengatasinya, INFP perlu melatih diri agar lebih fokus pada saat ini dan menerima bahwa tidak semua pertanyaan harus memiliki jawaban.

7. Perfeksionisme yang Membebani

Perfeksionisme yang MembebaniGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

INFP memiliki standar yang sangat tinggi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Perfeksionisme ini membuat mereka selalu ingin mencapai kesempurnaan dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga hubungan sosial.

Sayangnya, mengejar standar yang terlalu tinggi sering kali justru membebani mereka dan menimbulkan kecemasan serta ketidakpuasan.

Perfeksionisme ini membuat mereka sulit merasa puas dengan pencapaian yang telah diraih, karena selalu merasa ada yang kurang atau tidak sempurna.

Bagi INFP, belajar menerima ketidaksempurnaan adalah langkah penting agar mereka bisa merasa lebih damai dan mengapresiasi usaha yang telah dilakukan.

8. Konflik antara Idealisme dan Kenyataan

Konflik antara Idealisme dan KenyataanGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

INFP sering kali memegang teguh idealisme yang tinggi dalam hidup mereka. Mereka memiliki pandangan ideal tentang keadilan, kejujuran, dan kebahagiaan yang mungkin tidak sejalan dengan realitas yang ada.

Akibatnya, mereka kerap merasa kecewa ketika dihadapkan pada kenyataan yang jauh dari harapan mereka. Konflik antara idealisme dan kenyataan ini bisa menjadi sumber frustrasi yang membuat mereka merasa tidak puas.

Mengatasi konflik ini bukanlah hal yang mudah bagi INFP. Mereka perlu belajar menerima bahwa dunia tidak selalu sesuai dengan harapan dan menemukan cara untuk tetap berpegang pada nilai-nilai mereka tanpa terjebak dalam perasaan frustrasi yang berlarut-larut.

9. Sensitif terhadap Kritik dan Penolakan

Sensitif terhadap Kritik dan PenolakanGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

Sebagai individu yang sangat sensitif, INFP kerap merasakan ketakutan yang mendalam akan kritik dan penolakan. Mereka mendambakan penerimaan dan validasi dari orang lain, sehingga ketika mendapatkan kritik, mereka bisa merasa sangat tersakiti.

Ketakutan ini sering kali membuat mereka ragu untuk mengejar impian atau mengambil risiko karena takut ditolak atau tidak diterima.

Agar tidak terhambat oleh ketakutan ini, INFP perlu melatih diri untuk lebih terbuka terhadap kritik dan melihatnya sebagai kesempatan untuk berkembang. Mereka juga perlu belajar bahwa penolakan adalah bagian dari proses kehidupan yang wajar dan tidak selalu mencerminkan nilai diri mereka.

10. Ledakan Emosi yang Tidak Terduga

Ledakan Emosi yang Tidak TerdugaGambar : BaperaNews/Achmad Rifai

Meskipun umumnya terlihat pendiam dan tenang, INFP bisa mengalami ledakan emosi secara tiba-tiba ketika sudah terlalu lama menahan perasaan. Ledakan ini sering terjadi ketika mereka merasa sangat tertekan atau kewalahan, dan emosi yang terpendam akhirnya memuncak tanpa bisa ditahan lagi.

Ledakan emosi ini kadang mengejutkan orang-orang di sekitar mereka, yang mungkin tidak terbiasa melihat sisi emosional INFP yang intens.

Untuk mencegah hal ini, INFP perlu mencari cara yang sehat untuk mengekspresikan perasaan mereka secara lebih teratur. Dengan berkomunikasi lebih terbuka dan jujur tentang perasaan mereka, INFP dapat menghindari ledakan emosional yang mengejutkan dan menjaga hubungan yang lebih baik dengan orang-orang di sekitar.

Nah, itulah 10 sisi gelap dari kepribadian INFP yang sering kali sulit dipahami orang lain. Meskipun sisi gelap ini mungkin terlihat sebagai kelemahan, namun sebenarnya merupakan bagian integral dari karakter mereka yang kompleks dan unik.

Menyadari sisi gelap ini bukan berarti harus mengubah siapa mereka, melainkan untuk membantu mereka tumbuh dan mengembangkan diri dengan lebih baik.

Dengan dukungan yang tepat, INFP bisa menghadapi tantangan-tantangan ini dan menjadikan sifat-sifat mereka sebagai kekuatan yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.

Bagi kamu yang memiliki teman atau keluarga dengan kepribadian INFP, semoga pengetahuan ini membantu untuk lebih memahami mereka. Terima kasih telah membaca, dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!