26 Warga Jepang Alami Masalah Ginjal Usai Minum Suplemen Kesehatan

Kabar mengkhawatirkan datang dari Jepang setelah 26 orang dilaporkan mengalami masalah ginjal akibat konsumsi suplemen kesehatan dari produsen Jepang. Baca selengkapnya di sini!

26 Warga Jepang Alami Masalah Ginjal Usai Minum Suplemen Kesehatan
26 Warga Jepang Alami Masalah Ginjal Usai Minum Suplemen Kesehatan. Gambar : Ilustrasi Canva By RDNE Stock

BaperaNews - Kabar mengkhawatirkan datang dari Jepang, di mana 26 orang dilaporkan menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami masalah ginjal yang diduga terkait dengan konsumsi suplemen kesehatan dari salah satu produsen Jepang. Situasi ini memicu kekhawatiran yang cukup serius, sehingga produk tersebut akhirnya ditarik dari pasaran.

Suplemen kesehatan tersebut memiliki kandungan bahan aktif berupa jenis beras fermentasi ragi yang dikenal sebagai beni koji. Dilaporkan bahwa produk tersebut telah dipasok ke sekitar 50 perusahaan lain di seluruh dunia oleh Kobayashi Pharmaceutical, produsen suplemen tersebut.

Pada hari Jumat, produsen obat tersebut secara sukarela mengumumkan penarikan kembali tiga produk yang mengandung beni koji, yang sebelumnya dipasarkan dengan klaim mampu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Namun, hingga Senin (25/3), Kobayashi Pharmaceutical menyatakan bahwa belum mencapai kesimpulan pasti tentang hubungan langsung antara produk mereka dan masalah ginjal yang dialami oleh 26 pasien.

Baca Juga: Astaghfirullah! 300 Batu Ginjal Ditemukan di Tubuh Wanita Ini

Meskipun demikian, pihak perusahaan mengakui adanya potensi bahwa bahan mentah yang digunakan untuk membuat beni koji mungkin mengandung zat-zat yang tidak dilarang.

Mengingat dampak yang ditimbulkan, kekhawatiran terhadap suplemen kesehatan semakin meningkat. Pasalnya, 26 orang yang mengalami masalah ginjal ini telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, yang menunjukkan seriusnya dampak yang mungkin ditimbulkan oleh konsumsi produk tersebut.

Sejumlah ahli kesehatan dan otoritas terkait di Jepang sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memahami secara mendalam potensi bahaya yang terkait dengan suplemen kesehatan ini.

Langkah pencegahan juga diambil dengan menarik kembali produk dari peredaran, sebagai langkah awal dalam mengatasi masalah yang mungkin terkait dengan kandungan dan formulasi produk tersebut.

Baca Juga: RS Massachusetts Jadi yang Pertama di Dunia Berhasil Transplantasi Ginjal Babi Pada Manusia