Fakta Film Fuji Bukan Cinderella: Tuai Hujatan hingga Sebut Ada Pihak yang Jahat
Film Fuji yang berjudul Bukan Cinderella sempat tuai hujatan netizen. Simak fakta-fakta film Fuji berikut ini.

BaperaNews - Tak lama setelah namanya melejit, Fujianti Utami Putri alias Fuji langsung tampil membintangi film layar lebar berjudul Bukan Cinderella.
Dirilis pada 28 Juli 2022, film Fuji Bukan Cinderella ini disutradarai oleh Adi Garing dan diangkat dari novel Wattpad.
Dari awal rencana pembuatan, film Fuji Bukan Cinderella ini menuai berbagai kontroversi dari netizen. Banyak yang menganggap pembuatan film ini hanya mengandalkan popularitas Fuji yang saat itu tengah melejit.
Namun hujatan netizen itu ternyata terbukti, usai film Fuji Bukan Cinderella mendapat rating buruk. Bahkan hingga saat ini, masih banyak yang kerap membahas kualitas rendah film tersebut.
Sang pemeran utama, Fuji bahkan mengaku trauma untuk bermain film lagi gegara kegagalannya itu.
Baca Juga: Deretan Mantan Pacar Fuji, Ternyata Pernah Diselingkuhin Sebelum Ketemu Thariq
Sinopsis Film Bukan Cinderella
Film Bukan Cinderella yang diperankan Fuji menceritakan kehidupan Amora Olivia (Fuji), seorang remaja yang baru saja membeli sepatu impiannya.
Namun, cerita nggak berakhir di situ, karena tiba-tiba, Amora kehilangan sebelah sepatunya setelah tertukar dengan milik orang lain. Tentu saja, Amora nggak tinggal diam.
Dia langsung bertekad buat mencari sepatunya yang hilang, sampai-sampai terlibat dalam konflik dengan Adam Wijaya (Rafael Adwel), ketua OSIS yang dingin dan perfeksionis.
Konflik ini bikin mereka jadi sering ketemu dan lama-kelamaan bikin hubungan mereka makin kompleks.
Selain cerita tentang sepatu yang tertukar, film ini juga menyelipkan kisah persahabatan, cinta, dan tentunya konflik keluarga yang relate banget dengan kehidupan remaja sehari-hari.
Fakta Menarik Film Bukan Cinderella
1. Dapat Rating Rendah
Setelah film Bukan Cinderella tayang di bioskop, ternyata respon dari penonton sangat beragam.
Di satu sisi, banyak penggemar yang senang melihat Fuji tampil di layar lebar untuk pertama kalinya. Namun di sisi lain, film ini juga mendapat beberapa kritikan.
Di platform rating film seperti IMDb, Bukan Cinderella hanya mendapatkan rating 1,4/10. Banyak yang bilang, film ini lebih cocok jadi FTV daripada diputar di bioskop.
Beberapa warganet menganggap bahwa cerita dan eksekusinya kurang greget untuk standar layar lebar.
Di sosial media, ada yang bilang bahwa kualitas akting dan penggarapan film ini masih perlu banyak peningkatan.
Baca Juga: Ini Daftar Mantan Pacar Thariq Halilintar
2. Trauma Tampil di Layar Lebar
Setelah debut di Bukan Cinderella, Fuji ternyata menghadapi banyak sekali komentar pedas. Banyak yang mengkritik aktingnya dan bahkan ada yang menghujat dengan sangat kasar.
Bukan cuma soal kemampuan akting, tapi beberapa orang juga menyinggung biodata Fuji dan mengaitkan kesuksesannya dengan nama besar mendiang Vanessa Angel.
Hal ini tentunya memberikan tekanan mental yang cukup berat bagi Fuji. Akibat dari pengalaman tersebut, Fuji mengaku merasa trauma untuk terlibat dalam proyek film lagi.
Dalam beberapa wawancara, Fuji bercerita bahwa dia sempat menolak banyak tawaran untuk bermain di film atau serial baru.
3. Fuji Sebut Ada Pihak yang Jahat
Dalam sebuah podcast YouTube, Fuji mengaku menyesal menerima pekerjaan ini karena ada beberapa pihak yang jahat padanya.
Ia mengungkap saat itu, tak ada satu pun crew film yang mengingatkan jika akting Fuji buruk.
“Main film sih waktu itu, nyesel banget. Sebenarnya bukan nyesel main film nya tapi aku kesel menerima pekerjaan ini karena ada beberapa pihak yang jahat sama aku,” ujar Fuji.
“Aku waktu itu nggak dikasih tau kalo aktingku masih buruk disitu, at least kalo memang buruk ngomong aja atau jujur ke aku jadi aku bisa memperbaiki,” tambahnya.
Fuji juga mengatakan bahwa saat dirinya mendapat berbagai hujatan dari netizen, pihak yang jahat itu justru memperkeruh situasi dengan mengunggah instastory yang menyudutkannya.
“Pas aku lagi dihujat, pihak yang jahat sama aku itu malah buat unggahan story yang semakin memvalidasi kalo aku nggak bener,” ujar Fuji
“Padahal dia dulu ngemis-ngemis ke aku biar aku menerima job film ini. Sebenernya aku mau cancel film ini karena aku ngerasa beberapa kali di salty-in. Terus dia tetep ngebujuk aku sampai akhirnya aku nerima tawaran ini dan nggak jadi di cancel,” kata Fuji.