Lirik & Makna Lagu Jagat Anyar Kang Dumadi Soimah X Denny Caknan: Trending 1 Youtube Musik

Lagu Jagat Anyar Kang Dumadi Soimah X Denny Caknan menjadi salah satu karya dangdut campursari paling fenomenal di akhir tahun 2024. Simak makna, lirik dan terjemahannya berikut ini.

Lirik & Makna Lagu Jagat Anyar Kang Dumadi Soimah X Denny Caknan: Trending 1 Youtube Musik
Lirik dan Makna Lgu Jagat Anyat Kang Dumadi. Gambar: Tangkapan layar Youtube/@dennycaknan

BaperaNews - Lagu Jagat Anyar Kang Dumadi yang dinyanyikan oleh Soimah dan Denny Caknan berhasil mencuri perhatian para pecinta musik di Indonesia.

Dengan melodi yang menyentuh hati dan lirik lagu penuh makna, lagu ini menjadi salah satu karya dangdut campursari paling fenomenal di akhir tahun 2024.

Dirilis pada 10 Desember 2024, Jagat Anyar Kang Dumadi langsung menduduki posisi trending YouTube. 

Makna Lagu Jagat Anyar Kang Dumadi

Makna lagu Jagat Anyar Kang Dumadi bercerita tentang harapan dan kepasrahan dalam menghadapi kehidupan. Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan perjalanan seseorang yang sedang berada dalam masa sulit, namun tetap percaya bahwa setiap cobaan pasti akan berakhir dengan kebaikan.

Lirik seperti "Aduh Gusti amung pasrah ing pesthi" (Oh Tuhan, hanya pasrah dalam kepastian) dan "Aku percoyo langit tan mendhung" (Aku percaya langit tak akan mendung) menyiratkan keyakinan bahwa badai kehidupan tidak akan berlangsung selamanya. Lagu ini mengajak pendengar untuk berserah kepada Tuhan, percaya bahwa ada cahaya di balik setiap kegelapan.

Lagu ini relevan secara emosional bagi siapa saja yang tengah menghadapi berbagai tantangan. Pesan universalnya tentang kekuatan, harapan, dan spiritualitas membuat lagu ini mudah diterima oleh pendengar dari berbagai latar belakang.

Lirik dan Terjemahan Jagat Anyar Kang Dumadi

Jeriting panandhang oh Gustiku
(Suara tangis yang terpendam)

Suwara tangis kang kelayon
(Suara tangis yang terpendam)

Trenyuh sak jroning ati
(Haru di dalam hati)

Angadhepi pacoban iki
(Menghadapi cobaan ini)

Manungsa tan bisa anyelaki
(Manusia tak bisa menghindari)

Pepati kang nggegirisi
(Kematian yang mengerikan)

Titah tanpa daya
(Makhluk tanpa daya)

Angadepi pacoban iki
(Menghadapi cobaan ini)

Aduh Gusti amung pasrah ing pesthi
(Aduh Tuhan, hanya pasrah pada takdir)

Aku percoyo langit tan mendhung
(Aku percaya langit tak selamanya mendung)

Ilang tangis kang melung-melung
(Tangis yang pilu akan hilang)

Gusti mesthi bakal mungkasi
(Tuhan pasti akan mengakhiri)

Surya sumunar hamadangi
(Matahari bersinar menerangi)

Urip kang sayekti
(Hidup yang sejati)

Jagad anyar kang dumadi
(Dunia baru yang tercipta)

Manungsa tan bisa anyelaki
(Manusia tak bisa menghindari)

Pepati kang nggegirisi
(Kematian yang mengerikan)

Titah tanpa daya
(Makhluk tanpa daya)

Angadepi pacoban iki
(Menghadapi cobaan ini)

Aduh Gusti amung pasrah ing pesthi
(Aduh Tuhan, hanya pasrah pada takdir)

Aku percoyo langit tan mendhung
(Aku percaya langit tak selamanya mendung)

Ilang tangis kang melung-melung
(Tangis yang pilu akan hilang)

Gusti mesthi bakal mungkasi
(Tuhan pasti akan mengakhiri)

Surya sumunar hamadangi
(Matahari bersinar menerangi)

Ilang tangis kang melung-melung
(Tangis yang pilu akan hilang)

Surya sumunar hamadangi
(Matahari bersinar menerangi)

Urip kang sayekti
(Hidup yang sejati)

Jagad anyar kang dumadi
(Dunia baru yang tercipta)